Korwil PKH Lampung : Sampaikan Khutbah Idul Adha 1441 H

0
21

Iniberita.id – Lampung Timur – Gema takbir, tahlil dan tahmid mengumandang diseluruh jagad bumi Allah SWT, merasuk dalam hati-hati insan sang hamba Rabb pemegang kekuasaan seluruh alam. Suara keangungan Allah SWT saling bersautan melalui masjid-masjid dan surau-surau, dari kota hingga desa.

Semarak dan kemeriahan perayaan Idul Qurban juga sangat terlihat di Desa Tulusrejo, desa penghasil komoditas bibit-bibitan, seperti buah, pepohonan dan ratusan varian bunga-bunga. Desa yang terletak di Kecamatan Pekalongan Lampung Timur ini memang sudah sejak lama dikenal dengan bibit-bibitan, bahkan disana juga terdapat Balai Benih Induk (BBI) Holtikultura dengan potensi besar agrowisata. Namun, sangat disayangkan tidak terkapitalisasi dengan baik potensi wisata tersebut untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dalam khutbahnya, Slamet Riyadi menyampaikan “Tiga Kunci Membangun Keluarga Indah”. Keluarga dengan tipologi berkiblat pada keluarga nabi Allah Ibrahim as yg diberkahi. Sumber inspirasi keluarga indah dan bahagia tidak bisa habis dieksplorasi dari keluarga tersebut, bahkan begitu idealnya keluarga tersebut sampai-sampai setiap muslim yang melaksanakan shalat bermohon keberkahan sebagaimana keluarga Ibrahim as.

Pertama, kunci keluarga indah adalah selalu berperasangka baik pada Allah Ta’ala. Meskipun perintah itu berat dan berpotensi mengambil apa yang sangat kita cintai, sebagaimana Ibrahim as merelakan anaknya yang dinanti puluhan tahun untuk disembelih, dan keikhlasan Ismail dalam menerima perintah untuk dikurbankan.

Kunci kedua, kata peraih juara wahid LEAD Indonesia 2018 ini adalah dengan membiasakan kultur dialogis dalam keluarga.
Tauladan dalam iklim keluarga dialogis juga terdapat dalam rumah tangga Ibrahim as bersama istrinya Hajar beserta putra tercintanya Ismail.
Dalam rencana realisasi perintah Allah untuk menyembelih Ismail, Nabi Ibrahim berdialog terlebih dahulu dengan Ismail, dan dua hamba Allah itu menemukan konklusi yakni ketaatan total, sami’na wa atho’na.

BACA JUGA:  Bursa Pilkada Lampung Timur, Hi.Zaiful Bukhori Menjadi 'Primadona' Masyarakat

Kunci ketiga, menurut mantan Presiden BEM Unila itu adalah dengan mendidik anak shaleh dan shaleha.
Pekerjaan rumah ini memang tidak mudah dan gampang, meskipun sudah ada keteladanan yang melimpah dalam sejarah para nabi dan rasul, namun demikian optimisme dalam meneladani keluarga yang diberkahi seperti keluarga nabi Ibrahim as dan Muhammad SAW harus senantiasa dilakukan dan diingat-ingat dalam memori otak kita. S
Karena keluarga yang telah sukses meneladani hal tersebut sudah jamak bisa kita temui dalam kehidupan dimasyakatan sekitar kita.

Selanjutnya, putra pertama pasangan Subandiyo dan Suniati ini menutup khutbahnya dengan memohon ampunan pada Ilahi Robbi, mudah-mudahan Allah SWT memberikan keluarga indah pada kita semua, dan ketahanan keluarga saat pandemi seperti saat ini dan masa yang akan datang. Red

Facebook Comments