Anggota Dewan Imbau Masyarakat Dayak Harus Siap Sambut Pendatang, Seiring IKN Pindah ke Kalimantan

oleh -172 Dilihat
SOSIALISASI PANCASILA-Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Muhammad Yani Helmi saat menyampaikan materi Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila kepada Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kabupaten Tanbu.(foto : ist)

INIBERITA.id, TANAH BUMBU – Warga masyarakat Dayak sebagai salah penduduk asli di Pulau Kalimantan harus bersiap menyambut para pendatang, seiring dengan rencana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Imbauan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Yani Helmi karib disapa Paman Yani saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila kepada Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) bertempat di Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanbu, Selasa (9/1/2024).

Menurut Paman Yani, meski sejak dulu hampir tidak pernah ada pertengkaran antar suku Dayak dan suku luar Kalimantan, maka warga masyarakat Dayak harus tetap menyambut baik pendatang dari berbagai suku di Indonesia. Terlebih IKN rencananya akan dipindah ke Kalimantan Timur pada Agustus 2024.

“Ini yang harus kita persiapkan sebagai penduduk asli. Kalsel akan jadi penyangga IKN. Masyarakat Dayak harus bisa beradaptasi dengan kemungkinan jumlah pendatang yang membludak,” katanya.

Adik kandung Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor ini juga mengingatkan kepada para pendatang harus menghargai adat istiadat warga Kalimantan termasuk Kalsel.

Baca Juga :   32 Provinsi Nyatakan Siap Ikuti Porwanas XIV Kalsel

“Kami sebagai penduduk asli tentu sangat menyambut baik. Tetapi bagaimanapun adat istiadat disini harus tetap dijunjung, karena sudah tradisi nenek moyang kami,” pesannya.

Karena itu, Paman Yani meminta kepada Fordayak agar tidak mudah terhasut oleh oknum yang mengatasnamakan suku untuk memecah belah persatuan.

“Inilah pentingnya hidup bertoleransi. Kita semua hidup dengan dasar Pancasila. Perbedaan suku, ras dan agama justru membuat bangsa ini kuat,” tutur Paman Yani.

Senada, Kasubbid Politik Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiatmoko juga meminta Fordayak tidak gampang terhasut oleh oknum terutama melalui media sosial yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.

“Media sosial sangat rentan menimbulkan kegaduhan. Saya harap masyarakat khususnya Fordayak lebih selektif dan bijak menggunakannya,” pinta Harry.(sop/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.