Kombes Pol Takdir Mattanete Pimpin Patroli Diperairan Laut Taboneo

oleh -46 Dilihat
Foto. Dir Polairud Polda Kalsel Kombes Pol Takdir Mattanete SH SIK MH pimpin patroli di perairan laut Taboneo.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Dir Polairud Polda Kalsel Kombes Pol Takdir Mattanete SH SIK MH, pimpin patroli di perairan laut Taboneo, dengan menggunakan Kapal Polisi (KP) Martapura XIII-3002, didampingi Kapal Polisi (KP) Barito XIII-3001 dan KP XIII-2004.

Patroli ini dilaksanakan secara bergantian setiap hari, dengan rute yang diambil dari Sungai Barito menuju perairan laut Taboneo dan sasaran kapal kapal yang sedang lego jangkar dan pengguna jasa perairan yg sedang beraktifitas.

Direktur Polairud Polda Kalsel Kombes Pol Takdir Mattanete dalam memberikan arahan berpesan, setiap anggota harus aktif melakukan patroli di kawasan rawan, seperti laut Taboneo mengingat banyak kapal yang sedang beraktifitas dan labuh jangkar

“Langkah ini untuk mencegah terjadinya beragam kejahatan di perairan Kalimantan Selatan, khususnya di perairan Taboneo,”ungkap Dir Polairud Polda Kalsel Kombes Pol Takdir Mattanete, kepada media.Kamis (28/7/22).

Menurut Kombes Pol Takdir Mattanete mengingatkan, di perairan hotspot Tabuneo pernah terjadi beberapa tindak pidana pencurian di tahun 2020 diatas Kapal MV RHL CLARITA dan Kapal MV JASMINE, kejadian itu mengakibatkan kerugian jutaan rupiah, hal ini tentunya mencoreng nama Indonesia di mata dunia Internasional.

Baca Juga :   Anggota KP XIII-1010 Tingkatkan Patroli Diwilayah Perairan Batulicin Kotabaru

“Kejadian ini tidak boleh terjadi lagi, saya minta setiap patroli maksimal pelaksanaan tugas tiga Kapal Ditpolairud Polda Kalsel dan satu Kapal BKO Mabes Polri,”ujar Takdir.

Polisi yang akrab disapa Nette Boy menegaskan, personel Ditpolairud Polda Kalsel, harus siap siaga untuk mengawal, mengawasi dan mengamankan di perairan Indonesia, khususnya diperairan Kalsel untuk keselamatan pelayaran.

Karena seluruh aktifitas yang ada di perairan mengacu, pada Perkakor Polairud Baharkam Polri No. 2 Tahun 2018 tentang pengamanan dan penegakan hukum di perairan yang sangat rawan terhadap tindak pencurian dikapal (Hotspot).

“Kita harus memberikan rasa nyaman, aman kepada masyarakat atau bagi Nelayan, terhadap seluruh kapal dan ABK yang berada di wilayah kita dan pelaksanaan patroli ini menindak lanjuti perintah Kapolri,”tegasnya (ridho/iniberita).