Objek Wisata Sungai Biuku, Dulu Sempat Viral Kini Terbengkalai

oleh -49 Dilihat
Foto : Sejumlah fasilitas di Objek Wisata Sungai Biuku Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara mengalami kerusakan.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Objek wisata sungai biuku yang berlokasi di RT 39 di Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara, dulu sempat viral dan agung-agungkan masyarakat setempat, kini terbengkalai dengan kondisi yang memperhatinkan.

Bukan saja tempat dan fasilitas wisata pada rusak, tetapi kondisi kawasan wisata pun terlihat kumuh, seperti tidak dikelola padahal sudah dibentuk pokjanya.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Biuku Didi Wahyudi, saat ditemua wartawan menjelaskan, memang diakuinya bahwa kondisi ini sudah lama terjadi, dikarenakan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, saat Pandemi Covid-19 selama dua tahun.

Sehingga untuk areal wisatanya pihak tutup, sebagaimana anjuran pemerintah sendiri, disamping itu lokasi wisata terkena banjir awal 2021 kemarin.

Dan perlu diketahui juga. Sebelumnya, objek Wisata Sungai Biuku ada hewan biuku asli yang hidup berukuran besar, sumbangan dari Ketua RT 30 Komplek PWI Sungai Andai, sekarang ini menjadi ikon di lokasi wisata tersebut, karena dilandang banjir, maka hewan tersebut hilang.

“Akhirnya semua fasilitas wisata kami pada rusak semua, akibta berdampak kurang pengunjung yang amat drastic,”ungkap Didi juga Ketua RT tersebut.

Baca Juga :   Masyarakat Dayak Dukung Syarat Tinggi Badan Calon Taruna TNI Diturunkan

Fasilitas yang rusak ungkap Didi, seperti Spot foto atau pionering jembatan, dermaga jukung, pionering robot, ayunan, pionering patung jerapah, kincir angin, dan flying fox, disamping dana pemeliharaannya terbatas, sehingga pihaknya semenetara tidak bisa memperbaikinya.

Agar wisata tetap ada, maka dirinya memperbaiki dengna menggunakan dana pribadi, salah satunya perawatan mascot hewan Biuku yang menjadi ikon kawasan itu.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin waktu itu dan hanya merespon, dengan melakukan pendataan saja, tetapi dinilai tidak serius.

“Pihak dinas menyarankan agar Pokdarwis menggelar even lomba untuk membangkitkan lagi serta membuka kembali wisata ini,”ungkapnya.

Memang ujarnya, pihaknya mempunyai konsep yang sudah baku, untuk mengembalikan marwah Wisata Sungai Biuku, dengan mengandalkan alam yang asli sebagai daya tariknya.

Tetapi tidak hanya konsep alam itu saja, harus ada dukungan dinas terkait serta media massa untuk mempromosikan kembali, sehingga objek Wisata Sungai Biuku ini, kembali ramai pengunjung.

“Yang harus dibenahi adalah banyak pohon pada mati, khususnya pohon-pohon rambutan yang menjadi ciri khas wisata susur sungai kita, agar hidup kembali,”ujarnya.

Baca Juga :   Masyarakat Dayak Dukung Syarat Tinggi Badan Calon Taruna TNI Diturunkan

Sepinya dan terbengkalainya objek Wisata Sungai Biuku Sungai Andai, sampai ke Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin HR, dirinya minta Pemko Banjarmasin seharusnya memiliki perencanaan yang matang, ketika memutuskan untuk membentuk suatu tempat wisata untuk menarik kegiatan wisatawan.

Jangan sampai diresmikan saja, setelah dibiarkan padahal tempat itu, pemerintah kota sendiri menggadang-gadangkan, sebagai tempat wisata untuk bisa menarik wisatawan datang ke Banjarmasin, ternyata malah seperti ini kondisinya terbengkalai.

“Wali Kota harus melihat kembali bagaimana kondisinya. Apa yang menjadi keluhan warga di sana. Alangkah baiknya konsepnya pun dievaluasi dan diubah. Kalau memang kondisinya rusak ya perlu diperbaiki,” tegas Ketua Partai Gerindra ini.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengakui obyek wisata Sungai Biuku memang harus dilakukan pembenahan.

“Memang beberapa titik destinasi pariwisata kita memang sedang berbenah pasca pandemi saat ini,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Selasa (17/5) siang.

Karena itu. Menurut Walikota segala kerusakan fasilitas yang ada segera diperbaiki agar destinasi wisata yang sudah dilahirkan agar program Kota Banjarmasin sebagai kota wisata bisa dicapai.

Baca Juga :   Masyarakat Dayak Dukung Syarat Tinggi Badan Calon Taruna TNI Diturunkan

“Sosialisasi tentang wisata tetap dijalankan, fasilitas yang rusak harus segera dibenahi. Untuk di Sungai Biuku ini memang banyak yang rusak, karena banyak fasilitas yang terbuat dari bambu. Termasuk bangunan balai bambu disana.Tidak hanya konsep yang harus dibenahi,”ujarnya.(iniberita/amnesia).