Teks foto.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST Muhammad Anhar.
INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali mencatat terobosan di bidang pendidikan dengan menjadi daerah pertama di Indonesia yang mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) milik pemerintah daerah atau “plat merah” guna meningkatkan kompetensi bahasa asing masyarakat.
Langkah strategis tersebut diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dengan lembaga profesional Britain English Education pada Mei 2026 sebagai bagian dari persiapan operasional lembaga yang diproyeksikan menjadi pusat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Muhammad Anhar, mengatakan pembentukan LKP ini merupakan tindak lanjut dari regulasi terbaru Permendikdasmen akhir 2025 yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengelola lembaga kursus secara mandiri.
Menurutnya, kehadiran LKP tersebut menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan kemampuan bahasa Inggris di tengah persaingan dunia pendidikan dan kerja yang semakin kompetitif.
“Kompetensi bahasa Inggris saat ini menjadi salah satu syarat penting dalam berbagai seleksi, baik untuk masuk institusi kedinasan seperti IPDN maupun kebutuhan tes calon aparatur sipil negara ke depan,” ujar Anhar saat ditemui di Barabai, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses perizinan lembaga kini telah rampung setelah memperoleh persetujuan dari KP2T, sehingga pemerintah daerah saat ini fokus pada kesiapan teknis, fasilitas, serta kualitas tenaga pengajar.
Pemkab HST menargetkan pembukaan kelas perdana dapat dimulai pada Juli 2026 mendatang setelah seluruh sarana pendukung dan kurikulum selesai disinkronkan.
“Target kami Juli nanti sudah bisa membuka kelas perdana. Saat ini proses penyelesaian fasilitas dan penyusunan sistem pembelajaran terus dimatangkan,” katanya.
Di sisi lain, pengerjaan fisik bangunan juga terus dipercepat. Sejumlah fasilitas seperti penyekatan ruang kelas modern, pembenahan halaman, hingga penyediaan sarana belajar interaktif tengah dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan adaptif.
Tak hanya itu, dari sisi akademik, kurikulum yang diterapkan nantinya akan mengacu pada standar internasional Cambridge Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang diakui secara global.
Meski progres pembangunan berjalan positif, pemerintah daerah mengakui sempat terjadi penyesuaian jadwal peresmian akibat kenaikan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dipengaruhi fluktuasi harga bahan bakar minyak pada sektor distribusi dan logistik.
Penyesuaian tersebut dilakukan secara hati-hati agar proses pengadaan peralatan tidak mengalami kegagalan tender dan seluruh tahapan lelang dapat segera ditayangkan melalui sistem pengadaan resmi pemerintah.
Selain itu, status kelembagaan saat ini masih berbentuk LKP sesuai arahan pemerintah provinsi.
Namun, dalam jangka panjang lembaga tersebut diproyeksikan berkembang menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah pemerintah daerah.
Anhar menegaskan, skema bertahap tersebut dipilih agar operasional lembaga dapat berjalan stabil sejak awal tanpa terbebani persoalan birokrasi yang kompleks.
“Yang terpenting sekarang adalah lembaga ini berjalan dulu dengan baik, masyarakat bisa merasakan manfaatnya, dan kualitas pembelajarannya benar-benar terjaga,” tegasnya.
Melalui investasi pendidikan jangka panjang ini, Pemkab HST optimistis mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga mampu menembus peluang pendidikan dan pekerjaan di kancah internasional.
(s3/iniberita).