(Puisi) Itikaf Darah

oleh -54 Dilihat
Foto. Ria Eka Lestari

Oleh Ria Eka Lestari

Selamat datang, kemenangan!
Ah, tidak!
Taka da kemenangan
Bagaimana aku bisa menang?
Sementara saudaraku di sana kehilangan matanya
Hidangan buka puasa dirampas
Masjidku dihujani tembakan para zionis
Ratusan jamaah Al Aqsa tewas
Diserang, ditembak, dihantam

Allahu akbar
Takbir teredam dalam pekiknya peluru
Lembaran istighfar terbakar dalam panasnya mesiu
Merahnya darah menjadi sajadah

Selamat datang, kemenangan!
Masih adakah kemenangan?
Sungguh, tak ada lagi alasan bagiku untuk tak menulis puisi ini
Tak ada lagi alasan bagiku untuk tak menyebut nama-Mu, Illahi

Allahu akbar
Tak ada yang lebih menakutkan selain menjadi seorang ibu yang mendapat kabar putranya terluka dan tak dapat dihubungi
Al Quds tidak sedang baik-baik saja, Kawan
Granat menghidupkan malam-malam itikaf
Anak-anak dan wanita ketakutan
Kapan?
Kapan mereka bisa beribadah dengan damai tanpa senjata?

Kota Pudak, 8 Mei 2021
BIODATA
Ria Eka Lestari dilahirkan di Kota Pudak, 30 Desember 1984. Ia berdomisili di Jalan Baja 2, Perumahan Pongangan Indah Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Baca Juga :   Ramaikan Festival Budaya Dengan Adat Banjar

Buku solo pertamanya adalah novel berjudul Youtan Poluo yang diterbitkan Edwrite, berhasil meraih penghargaan Novel Terpuji dalam Pena Jatim Awards 2020.

Tari, panggilan akrabnya juga menulis berbagai buku antologi dan opini di media cetak maupun media elektronik. Beberapa prestasi di bidang kepenulisan pun berhasil diraihnya, diantaranya Favorit IV Kisah Mini Inspiratif Ramadhan di Tengah Pandemi oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur.

Ia juga meraih Juara 2 Menulis Catatan Harian selama 30 hari oleh FLP Jatim. Tari dapat dihubungi di akun media sosialnya, Fb Ria Eka Lestari dan IG @ria_eka_lestari. Email rheeakhir@gmail.com
(iniberita/sastrabanua fc)

No More Posts Available.

No more pages to load.