Sindir Pemerintah soal Jalan Terendam Air, Warga Martapura ucapkan ‘Selamat Datang di Wisata Taman Air Menahun’

oleh -68 Dilihat
Warga RT 03 saat berada di lokasi Jalan terendam air di Pasayangan Martapura, Jum'at (10/2).

Iniberita.id, BANJAR – Warga Kelurahan Pasayangan Martapura, Kabupaten Banjar geram melihat kondisi Jalan di lingkungan tempat tinggal mereka yang selalu tergenang air ketika hujan melanda.

Jalan Pangeran Abdul Rahman itu terendam air sepanjang 200 meter, dengan ketinggian air 10 hingga 20 centimeter.

“Drainase jalan tidak berfungsi dengan baik, akibatnya menimbulkan kebanjiran dan terjadi sudah lebih 10 tahun lamanya,” kata Ketua RT 03 Muhammad Makki, pada Jum’at (10/2) sore.

Ia pun bersama warga lainnya membentang spanduk di lokasi tersebut dengan berbagai tulisan, diantaranya:

‘Selamat datang di Obyek Wisata Taman Air Menahun’

‘Warga disini tidak takut Covid hanya takut batis (red kaki) lecet, dan-

‘Kapan adanya perbaikan jalan ini’

Hal itu dilakukan sebagai bentuk sindiran sekaligus protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar karena cuek dengan kondisi tersebut.

“Tidak ada tanggapan apakah memang dibiarkan atau seperti apa. Sudah sering dilaporkan ke pemerintah,” ujar Maki kepada media ini.

Akibat terlalu seringnya terendam air, kondisi jalan yang tak jauh dari rumah dinas Bupati Banjar itu banyak berlobang sehingga membahayakan pengendara yang melintas.

“Ada pengendara sepeda motor yang jatuh saat lewat. Pelajar juga terganggu. Itu yang kami rasakan selama ini,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi melalui smartphone nya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar, Muhammad Riza Dauly tak menampik kondisi itu.

“Memang sering terjadi banjir dan nantinya sesuai dengan perintah Bupati akan melakukan perbaikan,” ucapnya.

Kapan pekerjaan itu dilakukan? dirinya belum berani memastikan karena harus disesuaikan dengan waktu perencanaan dan proses pemilihan penyedia.

“Mudah-mudahan bisa dilaksanakan pada triwulan ke 2 ini,” bilangnya.

Adapun untuk dana yang digunakan lanjut Riza, bersumber dari APBD.

“Angka pastinya belum kami pegang, tapi dana itu ada untuk penanganan di wilayah itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.