Tingkatkan PAD Banua, Komisi II DPRD Kalsel Dorong Pemaksimalan Potensi Kelautan dan Perikanan

oleh -63 Dilihat
KAJI TIRU-Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel saat melaksanakan kaji tiru ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim di Surabaya.(foto : humasdprdkalsel)

INIBERITA.id, SURABAYA- Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Banua, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya mendorong pemaksimalan potensi kelautan dan perikanan.

Untuk merealisasikan upaya tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Kalsel melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Surabaya dalam rangka melakukan kaji tiru bagaimana pemaksimalan potensi kelautan dan perikanan, Senin (18/3/2024).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi karib disapa Paman Yani disambut oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Dr Muhammad Isa Anshori.

Paman Yani disela pertemuan itu mengatakan dipilihnya Provinsi Jawa Timur karena menyimpan banyak potensi di bidang kelautan dan perikanan yang hampir semuanya dimaksimalkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Jawa Timur ini memiliki prestasi yang luar biasa, baik sekali pemaksimalan potensi kelautan dan perikanannya, ini tentu harus dicontoh di Kalsel. Untuk itulah kita belajar ke Jawa Timur, salah satunya Jawa Timur ini masuk tiga besar dari sepuluh provinsi dengan produksi perikanan budidaya tertinggi,” ujar politisi Golkar ini.

Baca Juga :   Lensa Kegiatan DPRD Banjarmasin Edisi Bulan Juli 2024

Provinsi Jatim ini sebagaimana diketahui memiliki prestasi tiga besar dalam hal produksi perikanan budidaya tertinggi di tahun 2023 yakni 1,359 juta ton di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) di posisi kedua, kemudian posisi pertama diduduki oleh Provinsi Sulawesi Selatan dengan hasil produksi 1,359 juta ton.

Selain itu pemerintah daerah juga melakukan berbagai program pendukung berkenaan dengan pengembangan kelautan dan perikanan. Di antara program pendukung tersebut, yakni kolam lele keluarga, peti koin bermantra, pelatihan bagi pelaku usaha skala kecil, padat karya, gelar produk, jemput bola perijinan, rumah tinggal layak huni dan revitalisasi alat tangkap.

Paman Yani berharap Dinas Perikanan dan Kelautan di Provinsi Kalsel juga mampu melakukan hal serupa. Mengingat Provinsi Kalsel merupakan daerah penyangga IKN sehingga sektor ini mampu meningkatkan PAD.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Dr Muhammad Isa Anshori menyambut baik kunjungan kerja dari Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, sehingga ia berharap dari kegiatan kaji tiru ini nantinya bisa memberikan pengalaman dan pelajaran bagi kedua provinsi besar ini.(sop/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.