Usai Kota 496 Tahun, Persoalan Drainase Tak Kunjung Selesai

oleh -14 Dilihat
Foto. Sekretaris komisi III DPRD Kota Banjarmasin Taufik S Sos.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Bulan September 2022 ini, kota Banjarmasin genap berusia 496 tahun. Namun, bertambahnya usia kota, ternyata tak menjamin untuk menyelesaikan persoalan kota, diantara terkait masalah drainase, hingga saat ini tak kunjung selesai.

Hal ini tentunya merupakan PR besar, bagi Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebagai pembantu dalam menjalankan program-programnya, dalam rangka menjawab persoalan yang belum tuntas tersebut.

Hal ini diungkapkan Sekretaris komisi III DPRD Kota Banjarmasin  Taufik Husin, saat diminta komentarnya mengenai persoalan kota, terkait Harjad ke 496 tahun. Senin (5/9/22).

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, jajaran Dinas PUPR Kota Banjarmaisn perlu kerja keras, dalam pembenahan drainase kota, lebih-lebih saat turun hujan lebat, semua jalan protokol tergenang.

Hal ini dikarenakan, kondisi drainase kota yang buruk, akibat pengelolaannya tidak benar, padahal pembuatan drainase itu, salah satu faktor pendukung dari infrastruktur.

“Dengan demikian perlu dievaluasi semua proyek pembangunan drainase tersebut,”ungkap Taufik.
Politisi senior ini menegaskan, dengan usia 496 tahun ini, seharusnya Pemko Banjarmasin melalui dinasnya, semua persoalan kota sudah dapat terselesaikan dengan baik pula.

Baca Juga :   Harjad Kota Banjarmasin ke-496, DPRD Rapat Paripurna Istimewa Di Calamus Ballroom Hotel Rattan Inn

Asalkan, Dinas PUPR Kota Banjarmasin menjalankan programnya, dengan benar dan serius, tidak asal-asalan membangun drainase tersebut dan perlu diketahui, kondisi drainse dengan sungai itu, sebenarnya tak bisa terpisahkan, sebagai penampungan dan tempat saluran air, apabila terjadinya hujan turun dengan kondisi lebat.

Banjarmasin sebagai kota sungai, sebenarnya dirinya sedih melihat kondisi drainase kota seperti ini, bahkan sebelumnya pernah memiliki dinas khusus, namun sayangnya masih kurang optimal sebagai saluran air, sehingga banyak kondisi jalan rusak, akibat adanya genangan air itu.

“Kita melihat kondisi drainase yang dilaksanakan dinas, masih belum maksimal dan masih banyak bermasalah dan tak berfungsi sebagai penampungan dan saluran air hujan,”tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan Taufik, agar tidak menimbulkan permasalahan, khususnya disaat musim penghujan, semestinya pada musim kemarau, dinas terkait dapat memprogramkan pekerjaan untuk melakukan pembenahan itu.

Mengingat jalan yang mengalami genangan air, merupakan jalan utama sebagai transportasi penting bagi masyarakat, maka pemerintah kota melalui dinas terkait juga lebih memperhatikan.

“Kita berharap keseriusan dinas terkait dalam melakukan penanggulangan ata terjadinya genangan air hujan sehingga cepat teratasi segera mungkin,”jelasnya.(ridho/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.