Wagub Muhidin Membuka Acara Penilaian Kinerja Pemkab- Pemko

oleh -130 Dilihat
(Foto Istimewa) Wakil Gubernur Kalsel H Muhidin saat memberikan sambutan dalam acara penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten- Pemerintah Kota (Pemkab- Pemko),di Aula Syahrir Y.P di Kantor Bappeda Kalsel Banjarbaru.

INIBERITA.id, BANJARBARU- Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin dan juga sebagai, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), membuka acara penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten- Pemerintah Kota (Pemkab- Pemko), dalam pelaksanaan 8 (delapan), Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tahun 2021, di Aula Syahrir Y.P di Kantor Bappeda Kalsel Banjarbaru.

Kegiatan penilaian kinerja yang didasari, oleh sejumlah dasar hukum, baik itu Undang-undang hingga instruksi presiden ini, bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja dan memastikan akuntabilitas, mengevaluasi serta mengapresiasi kinerja Pemkab- Pemko, terkait pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting di tahun 2021.

Wagub Kalsel Muhidin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa penurunan stunting di Kalsel memerlukan perhatian, mengingat Kalsel termasuk dalam sepuluh daerah di Indonesia, dengan angka stunting tertinggi sekitar 30 persen.

Oleh karena itu, TPPS harus fokus serta lebih terencana dan terarah, dalam menentukan upaya penanganan stunting di Kalsel dan melakukan aksi konvergensi percepatan penanganan stunting secara cepat.

Mantan walikota ini menyebut, target nasional penurunan angka stunting itu, adalah 18 persen pada tahun 2022 dan 14 persen di tahun 2024, kebijakan dan regulasi yang dibuat oleh pemerintah dan pemerintah daerah, terkait upaya penanganan stunting ini sudah jelas.

Baca Juga :   Polda Kalsel Gandeng Tokoh Masyarakat Cegah Bibit Intoleransi dan Radikal di Masyarakat

Seperti, pengoptimalan keberadaan posyandu, beserta kader-kadernya dan memaksimalkan fungsi keluarga dan Keluarga Berencana (KB). Pada kesempatan itu, H Muhidin juga menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Kalsel, terutama daerah yang memiliki angka stunting di atas 30 persen.

Rencana ini menurutnya, agar kegiatan percepatan penurunan stunting ini, tidak berakhir sebagai bahan evaluasi semata, tapi juga harus ada tindak nyata dan bukti bahwa percepatan penurunan stunting ini benar-benar dilakukan sehingga dapat memberikan dampak kepada masyarakat.

Selain itu, dirinya juga meminta data ibu hamil dan balita, terutama mereka yang masyarakat menengah ke bawah, agar dapat diberikan bantuan makanan tambahan, sebagai bentuk nyata penanganan stunting. (iniberita/humas bergerak)

No More Posts Available.

No more pages to load.