Kawasan Banjir, DPRD Minta Pemko Banjarmasin Benahi Drainase

oleh -1860 Dilihat
Teks foto. Ketua komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- DPRD minta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kawasan banjir untuk melakukan pembenahan terhadap drainasenya.

Pasalnya, banyak ditemukan drainase yang sudah bangun, dengan pendanaan miliaran itu, ternyata belum berfungsi dengan maksimal, sehingga ketika hujan turun ditambah air pasanga naik, maka kawasan itu tergenang.

“Hal ini akibat drainase yang berfungsi sebagai saluran air dikawasan itu, tidak sesuai dengan harapan dari pembangunan drainase tersebut, berkait dengan itulah kawasan banjir segaranya benahi drainasenya,”ungkap Ketua komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar. Rabu (9/4/2-2025).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin segaranya melakukan pembenahan drainase di daerah rawan banjir, seperti di beberapa kelurahan di Banjarmasin Selatan.

Dari informasi yang dirinya dapatkan, daerah yang rawan banjir tersebut seperti di wilayah Kelurahan Tanjung Pagar, Pemurus Dalam dan Pemurus Luar di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Genangang air itu sampai berminggu-minggu, Hal ini karena drainase di daerah itu tidak berfungsi dengan baik, harus dibenahi,”tegasnya.

Lebih jauih diungkapkan Ridho, banjir di daerah itu tidak hanya karena intensitas hujan tinggi, namun karena air pasang pun berdampak terjadinya banjir, air pasang cepat masuk, namun surutnya lamban, karena banyak drainase tidak berfungsi dengan baik.

Hal ini akibat kondisi drainase tidak berfungsi baik , tidak hanya dikarenakan sampah dan dangkal, namun juga banyak yang terhalang bangunan, termasuk sendimentasi lumpur yang tidak pernah dibersihkan.

“Bahkan dirinya pun meminta pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendata bangunan mana saja yang menutupi drainase,”ungkapnya.

Dikatakannya, apalagi kondisi cuaca saat ini sering turun hujan, akibatnya genangan air lambat turun dan tidak segera ditangani, maka dampaknya terhadap masyarakat. Bukan hanya merendam rumah, dapat juga menimbulkan dampak terhadap kesehatan.

Sebab pengalaman lalu, banyak warga yang terserang penyakit kulit dan ini perlu  normalisasi dan revitalisasi sungai itu, sehingga sungai mampu menampung luapan air pasang.

Dan perlu diketahui Walikota Banjarmasin HM Yamin HR, program utama selama kepemimpinannya periode 2025-2030, adalah untuk mengatasi banjir salah satunya  melakukan revitalisasi sungai.

“Visi dan misi utama itu harus dilaksanakan untuk memperbaiki aliran sungai untuk penanganan banjir,”katanya.(benk/iniberita).