INIBERITA.id, BANJARMASIN – Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan Elpiji Subsidi 3 kilogram di pasaran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, terus menggelar kegiatan pasar murah khusus Elpiji Subsidi 3 kilogram.
Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, kegiatan pasar murah itu dilaksanakan, sesuai dengan arahan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, bekerjasama dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dilingkup Pemko Banjarmasin, termasuk bagian organisasi EKKOSDA (Ekonomi dan Sumber Daya Alam).
“Hari ini sudah ada 9 titik yang kita laksanakan untuk elpiji bersubsidi 3 kilogram, dari total 11 agenda yang direncanakan, setiap kegiatan akan menyediakan 200 tabung, dengan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), sebesar Rp18.500,”kata Tezar, saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin. Kamis (10/7/2025).
Lebih jauh ditegaskannya, dengan program ini, diharapkan dapat terus berlanjut, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi, khususnya saat terjadi lonjakan harga atau kelangkaan pasokan yang ada di pasar.
Dengan demikian, Disperdagin melakukan koordinasi, dengan bagian hukum dan pihak Pertamina, terkait regulasi penetapan HET di tingkat sub-pangkalan. Pasalnya, saat ini dengan aturan dari Pertamina hanya mengatur HET sampai ke tingkat pangkalan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan bagian hukum, jika memang tidak diperbolehkan membuat regulasi HET di sub-pangkalan, maka kami meminta kepada Pertamina, segera menetapkan HET ditingkat tersebut,” tegas Tezar.
Selain itu ujar Tezar panggilannya, Pemko Banjarmasin juga mendorong, upaya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Baiman, agar dapat menjadi agen resmi elpiji bersubsidi 3 kilogram, hal ini dinilai penting agar Perumda bisa berperan aktif dalam penyediaan elpiji, terkhususnya saat terjadi kekurangan pasokan di lapangan.
“Jika Pertamina mengizinkan Perumda pasar menjadi agen, maka harus ada penambahan kuota. Pada rapat kemarin, memang Perumda pasar didorong agar bisa menjadi agen elpiji subsidi bisa langsung membantu masyarakat saat gas langka,”ujarnya.
Tezar juga menambahkan, pihaknya telah diarahkan oleh pimpinan, agar tidak menunggu harga naik, terlebih dahulu menggelarkan pasar murah dan untuk kedepannya, kegiatan pasar mura elpiji bersubsidi ini akan dikombinasikan dengan pasar murah untuk kebutuhan pokok lainnya.
“Dengan pasar murah ini kita akan sinergikan. Seperti, saat kita adakan pasar murah untuk minyak dan gula akan kita gandeng juga dengan gas elpiji bersubsidi. Hal ini tentunya perlu dukungan dari Pertamina dan pihak migas karena mereka yang akan menyiapkan gasnya,”tambahnya.(silvi/iniberita).
