INIBERITA.id, BANJARMASIN – SMP Negeri 2 Banjarmasin menggelar Puncak Pagelaran Karya dan Program, menampilkan beragam kreativitas siswa yang berpadu, dengan kearifan lokal Banjar. Mulai dari Market Day, kewirausahaan khas Banjar, madihin, musik panting, hingga prosesi adat bausung pengantin, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung semarak, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama, jajaran guru, siswa, serta sejumlah pihak pendukung pendidikan dan kebudayaan.
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus penjaga identitas budaya generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar berdagang atau tampil di atas panggung, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, kejujuran, serta keberanian mengambil inisiatif. Ini adalah bekal nyata yang tidak selalu didapatkan dari pembelajaran di dalam kelas,”tegas Yamin.
Ia juga menilai kegiatan semacam ini mampu memacu keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah, sekaligus menunjukkan sinergi positif antara satuan pendidikan dan pemerintah daerah. Meski demikian, Yamin mengingatkan pentingnya kesinambungan program agar pelestarian budaya tidak berhenti sebatas agenda tahunan.
“Sekolah harus konsisten menanamkan nilai budaya, bukan hanya saat acara besar, tetapi juga dalam keseharian peserta didik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menjelaskan, bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran Program Sebanjaran (Sehari Berbahasa Banjar di Sekolahan), sebagai langkah konkret revitalisasi bahasa daerah. Pagelaran di SMPN 2 Banjarmasin disebutnya sebagai salah satu implementasi nyata dari kebijakan tersebut.
“Program ini sebenarnya sudah berjalan, namun kini kita giatkan kembali. Harapannya, anak-anak tidak hanya mengenal budaya Banjar, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ryan.
Melalui pagelaran ini, SMPN 2 Banjarmasin menunjukkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu, melainkan juga ruang strategis pembentukan karakter, jiwa kewirausahaan, dan pelestarian budaya lokal di tengah tantangan zaman.(silvi/iniberita).
