Warga Trisakti Desak Normalisasi Sungai, Pendangkalan Picu Banjir Rob dan Ancam Mata Pencaharian Masyarakat

oleh -329 Dilihat
Teks foto. Sungai berfungsi kini tidak terjadi pendangkalan yang serius.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kondisi sungai di kawasan Jalan Gubernur Soebarjo, tepatnya di Jalan Baguntan Raya RT 17 RW 01, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, menjadi sorotan warga. Pendangkalan yang semakin parah, dinilai telah mengganggu fungsi sungai, sebagai saluran alami sekaligus memicu banjir rob yang kerap merendam permukiman.

Salah seorang warga Rahmadi mengungkapkan, bahwa sungai tersebut dulunya merupakan aliran alami yang mengikuti pasang surut Sungai Barito. Namun, seiring bertambahnya jumlah bangunan rumah penduduk dan berdirinya sejumlah ruko yang dinilai tidak memperhatikan aspek lingkungan, kondisi sungai kini mengalami pendangkalan yang cukup serius.

“Kalau dulu air mengalir dengan lancar mengikuti pasang surut Sungai Barito. Sekarang sungainya sudah sangat dangkal sehingga tidak mampu lagi menampung aliran air seperti sebelumnya,” ujarnya, kepada media iniberita.id. Rabu (15/7/2026).

Menurut Rahmadi, keberadaan sungai selama ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur drainase alami, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga. Sungai dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci atau membilas botol-botol bekas saus tomat maupun kecap yang kemudian menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga di lingkungan tersebut.

Namun, kondisi sungai yang terus memburuk membuat aktivitas masyarakat ikut terdampak. Pendangkalan menyebabkan aliran air tidak lagi lancar sehingga ketika air pasang atau banjir rob datang, air dengan cepat meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

“Setiap air rob datang, rumah warga langsung terendam karena sungainya sudah tidak mampu lagi menampung air. Ini sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Rahmadi berharap Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun tangan melakukan penanganan. Menurutnya, musim kemarau saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan normalisasi atau pengerukan sungai sebelum memasuki musim penghujan.

Ia menilai langkah cepat dari pemerintah sangat diperlukan agar fungsi sungai dapat kembali normal, risiko banjir rob berkurang, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada keberadaan sungai tetap dapat berjalan.

“Mumpung sekarang masih musim kemarau, kami berharap pemerintah kota maupun DLH segera memperhatikan kondisi sungai ini. Jangan sampai menunggu banjir semakin parah baru dilakukan penanganan,” pungkasnya.(benk/iniberita).