PLN Janji Krisis Listrik KalselTeng Berakhir Awal September, Pemadaman Bergilir Mulai Berkurang Besok

oleh -346 Dilihat
Teks foto. Masyarakat saat melakukan aksinya di depan Kantor PLN di Jalan Lambung Mangkurat.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Setelah menuai keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir yang berlangsung hingga 3 sampai 8 jam setiap hari, PT PLN (Persero) memastikan kondisi kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (KalselTeng) akan kembali normal pada awal September 2026.

Hal tersebut disampaikan Asisten Manager Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani, saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (29/7/2026).

Akhyar mengatakan PLN terus berupaya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan dengan menambah pasokan dari sejumlah pembangkit yang saat ini sedang dalam proses masuk ke sistem.

“Insya Allah kami usahakan dan pastikan awal September nanti kondisi kelistrikan sudah pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat akan mulai merasakan perbaikan secara bertahap mulai 30 Juli 2026. Pada tahap awal, satu unit pembangkit akan mulai beroperasi sehingga mampu mengurangi durasi pemadaman yang sebelumnya mencapai sekitar lima jam menjadi rata-rata tiga jam.

Selanjutnya, pada 5 Agustus 2026 akan kembali masuk tambahan pasokan listrik untuk memperkuat sistem. Meski demikian, PLN masih menetapkan status siaga karena kapasitas pembangkit yang tersedia masih relatif seimbang dengan kebutuhan beban listrik masyarakat.

“Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, potensi pemadaman masih ada. Namun kondisinya tidak akan semasif seperti yang terjadi saat ini,” jelas Akhyar.

Ia menambahkan, pada 29 Agustus mendatang, pembangkit dari PLTU Asam-Asam dijadwalkan kembali beroperasi penuh. Kehadiran pembangkit tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah KalselTeng secara normal, sehingga sistem kelistrikan diproyeksikan pulih sepenuhnya pada awal September.

Sementara itu, Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Hendy Saifuddin, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Kalimantan saling terintegrasi, mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara. Karena itu, gangguan pada satu pembangkit dapat berdampak terhadap pasokan listrik di seluruh jaringan.

“Saat ini kami melakukan perbaikan di sisi PLTU Asam-Asam. Selain itu, terdapat gangguan pada pembangkit di Gunung Mas dan Tanjung Power Indonesia yang masih dalam proses perbaikan,” kata Hendy.

PLN berharap proses pemulihan seluruh pembangkit dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pemadaman bergilir yang dikeluhkan masyarakat selama beberapa pekan terakhir segera berakhir dan pasokan listrik kembali stabil.(silvi/iniberita).