Bupati HST Minta Maulid Nabi Tak Sekadar Seremoni, Tekankan Persaudaraan di Tengah Perbedaan

oleh -348 Dilihat

INIBERITA.id, BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal meminta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan keagamaan seremonial. Ia mendorong momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.

Pesan itu disampaikan Samsul saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Rumah Dinas Jabatan Bupati HST, Jumat (11/9/2026).

Menurut Samsul, kehidupan Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana perbedaan dapat disikapi dengan sikap saling menghormati, kasih sayang dan kepedulian.

Karena itu, nilai-nilai tersebut dinilai penting diterapkan dalam kehidupan masyarakat HST, bukan hanya dibicarakan dalam momentum Maulid.

“Makna terpenting dari peringatan ini adalah bagaimana kita meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Samsul.

Ia secara khusus mengajak masyarakat memperkuat tiga bentuk persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah.

Samsul menilai perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat. Hal yang perlu dijaga, kata dia, adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik atau merusak kerukunan.

“Ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah maupun ukhuwah basyariyah harus terus kita perkuat,” katanya.

Ia berharap nilai kejujuran, amanah, kesabaran dan kepedulian yang dicontohkan Rasulullah SAW tidak hanya menjadi materi tausiah, tetapi benar-benar terlihat dalam perilaku masyarakat.

“Mudah-mudahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini membawa kedamaian, kesejukan dan kejernihan dalam berpikir bagi masyarakat Hulu Sungai Tengah,” harapnya.

Pesan serupa disampaikan KH Abdussalam dalam tausiahnya. Ia mengatakan kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perubahan sikap.

Menurutnya, mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW dalam peringatan Maulid harus diikuti dengan upaya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan antarmanusia.

Ia mengingatkan jamaah untuk menjaga persaudaraan dan menghindari perilaku yang dapat memicu perpecahan.

“Keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

KH Abdussalam menilai akhlak tersebut semakin penting diterapkan ketika masyarakat menghadapi perubahan dan tantangan zaman.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo HST tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan pesan utama agar kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan melalui akhlak, kepedulian dan sikap menjaga persatuan di tengah masyarakat. (s3/iniberita).