INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bergerak cepat membantu warga yang terdampak bencana alam. Sejumlah keluarga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung, angin kencang, dan pohon tumbang menerima bantuan berupa paket sembako serta uang tunai hingga Rp15 juta.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati HST, Gusti Rosyaldi Elmi, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten HST, Jumat (6/11/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah desa yang terdampak bencana, yakni Desa Taras Padang, Desa Durian Gantang, dan Desa Jamil di Kecamatan Labuan Amas Selatan, Desa Mangunang di Kecamatan Haruyan, serta Desa Binjai Pirua di Kecamatan Labuan Amas Utara.
Besaran bantuan uang tunai yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta, Rp5 juta, hingga Rp15 juta. Nilainya disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah yang dialami masing-masing warga.
Selain bantuan uang tunai, pemerintah daerah juga menyalurkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga terdampak selama masa pemulihan pascabencana.
Berdasarkan data sementara Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten HST, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat angin puting beliung, angin kencang, hingga tertimpa pohon tumbang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 16.30 Wita dan berlanjut hingga Jumat (6/11/2026).
Di Desa Binjai Pirua, Kecamatan Labuan Amas Utara, angin puting beliung mengakibatkan dua bangunan rumah kayu milik warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekitar 15 persen dan 30 persen.
Sementara itu, di Desa Taras Padang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, sebuah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga 100 persen setelah tertimpa pohon tumbang. Satu rumah lainnya juga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 50 persen.
Bencana serupa turut terjadi di Desa Jamil dan Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, serta Desa Mangunang Seberang, Kecamatan Haruyan. Sejumlah rumah warga di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Meski mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, peristiwa bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka.
Wakil Bupati HST, Gusti Rosyaldi Elmi, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya hadir secara langsung untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang diperlukan.
Melalui bantuan tersebut, Pemkab HST berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Selain menyalurkan bantuan, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan hujan lebat yang berisiko menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan bangunan.
Dalam penanganan bencana tersebut, TAGANA HST bersama sejumlah unsur terkait turut terlibat dalam pendataan dan penanganan awal terhadap warga terdampak.
Unsur yang terlibat di antaranya Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, BPBD HST, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kerukunan BPK/PMK, PLN, serta masyarakat setempat.
Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Kehadiran langsung pemerintah daerah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga. Pemkab HST berharap masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah melalui masa pemulihan.(s3/iniberita)
