Kejar Target 500 Ton, Banjarmasin Gandeng Banjar–Batola Wujudkan PSEL Berbasis Energi Listrik

oleh -1408 Dilihat
Teks foto. Wali Kota Banjarmasin dalam penanganan sampah melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menggandeng Pemerintah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mempercepat langkah strategis dalam penanganan sampah melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Pembahasan ini berlangsung dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Wali Kota Banjarmasin, Kamis (2/4/2026).

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menegaskan, bahwa implementasi program PSEL membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar, dengan batas minimal mencapai 500 ton per hari. Sementara itu, produksi sampah Kota Banjarmasin saat ini masih berada di angka sekitar 491 ton per hari.

“Program ini mensyaratkan minimal 500 ton sampah per hari. Sedangkan produksi sampah di Banjarmasin belum mencukupi.

Karena itu, kami menggandeng Kabupaten Banjar dan Barito Kuala untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Yamin.

Ia menambahkan, selain memastikan ketersediaan bahan baku sampah, Pemko Banjarmasin juga tengah mempersiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan fasilitas PSEL.

Rencananya, pembangunan akan didukung oleh anggaran pemerintah pusat melalui skema pendanaan Danantara.

“Kami terus melakukan koordinasi lintas daerah dan dengan pemerintah pusat agar program ini bisa segera direalisasikan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan PSEL tidak hanya terpusat di Banjarmasin, tetapi juga melibatkan wilayah Kabupaten Banjar.

Dua titik yang diusulkan yakni di TPAS Basirih dengan luas lahan sekitar 4–5 hektare, serta di kawasan dekat Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, dengan luas sekitar 10 hektare.

“Kita siapkan dua alternatif lokasi, yakni di TPAS Basirih dan di wilayah Kabupaten Banjar. Ini untuk mendukung kebutuhan lahan dan efektivitas pengelolaan,” jelasnya.

Muftezar juga mengimbau masyarakat agar mulai memilah sampah dari sumbernya. Dalam skema PSEL, sampah non-organik akan menjadi prioritas untuk diolah menjadi energi listrik, sementara sampah organik akan diarahkan untuk pengolahan kompos dan pakan maggot.

Di sisi lain, Bupati Banjar, Said Mansyur, menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi antar daerah ini. Ia menilai program PSEL merupakan langkah inovatif yang sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan.

“Kabupaten Banjar siap mendukung penuh program ini. Selain sejalan dengan arahan pemerintah pusat, ini juga bagian dari komitmen kami dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghadirkan energi alternatif berbasis lingkungan di Kalimantan Selatan.(silvi/iniberita).