Layakah Gedung Baru Dibangun, Intesitas Kunker Cukup Tinggi

oleh -34 Dilihat
Foto. Salah satu ruangan komisi di DPRD Kota Banjarmasin dalam keadaan segi kegiatan wakil rakyat yang terhormat.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Gedung DPRD Kota Banjarmasin baru, direncananya tahun ini akan dibangun, tetapi yang menjadi pertanyaan, layakah dibangunkan dengan dana sebesar Rp 40 miliar, sementara intesitas kunjungan kerja legislative cukup tinggi.

Dengan kondisi bangunan lama saja, wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Banjarmasin, menghabiskan waktunya berada di luar daerah atau kunker, dengan demikian untuk mendukung kinerja wakil rakyat yang terhormat itu, jelas tidak efektif dengan pembangunan gedung baru tersebut.

Berdasarkan pemantauan awak media, mulai Selasa hingga Rabu semua ruangan komisi kosong, hanya ada Wakil ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin HR, sebagai penjaga gedung dewan untuk menerima tamu dari DPRD Kab Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Iwan Ristianto serta sejumlah stap sekretariat DPRD Kota Banjarmasin.

Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Iwan Ristianto, saat dikonfirmasi membenarkan, kosong semua ruang fraksi dan komisi, dikarenakan anggota dewan tidak berada ditempat, karena kunker kew Tanjung dan Tanah Bumbu.

“Saat ini anggota saat sedang melaksanakan kunker dalam daerah, baik ke Tanjung maupun ke Tanah Bumbu,”ungkap Sekwan, kepada wartawan. Selasa (17/5/22).

Baca Juga :   "Catatan Ringan Sukhrowardi " Milad kota Banjarmasin ke-496 Penataan Infrastruktur, Kawasan Kumuh dan Komitmen Bersama

Menurut pengamat kebijakan publik M Pazri menilai, anggota DPRD Banjarmasin semestinya berkaca, dengan kualitas kerja mereka, dalam kebijakan yang diambil untuk masyarakat. Karena, tingginya intensitas kunker dan kosong gedung rumah rakyat, mencerminkan kontribusi kerja mereka perlu dipertanyakan, disepanjang 2019 hingga 2022.

Seperti melaksanakan fungsi budgeting, anggaran dan pengawasan dan tiga fungsi ini wajib dan melekat dilakukan para anggota legislatif, sedangkan sementara ini mereka hilir mudik melakukan kunker.

“Artinya kinerja dan efektifitas mereka tidak optimal. Kalau meminta anggaran kantor itu belum saatnya harusnya,” ungkapnya.

Apalagi sekarang ini jaman teknologi ujarnya, seharusnya para wakil rakyat itu, bisa menggunakan tekhnologi yang sudah disediakan, tujuan untuk mengurangi intensitas kunjungan kerja saat.

“Konsultasi secara virtual melalui zoom dan lainnya masih bisa dan lebih efktif untuk kurangi tingginya kunker tersebut,” ujarnya. (benk/iniberita).