INIBERITA.id, BANJARMASIN- Proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Banjarmasin kembali menuai keluhan masyarakat. Warga menilai pelayanan PBG sangat lamban dan berbelit, bahkan ada yang harus menunggu hingga satu tahun tanpa kejelasan.
Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Banjarmasin Rahman Nanang Riduan. Ia menegaskan, bahwa pelayanan PBG seharusnya bisa dilakukan lebih cepat, apalagi menyangkut kepentingan masyarakat yang ingin segera membangun.
“Kalau bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat? Ini sangat merugikan masyarakat. Prosesnya terlalu lama dan terkesan berbelit,” ujar Nanang dengan nada kecewa, kepada wartawan. Senin (10/11/2025).
Menurutnya, salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah lamanya proses verifikasi dan penerbitan PBG, meskipun masyarakat telah memenuhi persyaratan secara lengkap. Parahnya lagi, ada syarat yang dianggap memberatkan, yakni kewajiban menggunakan jasa konsultan perencana untuk mendesain bangunan.
“Persyaratan menggunakan konsultan sudah dijalankan warga. Tapi anehnya, hasil desain itu sering dianggap tidak sesuai. Jadi seolah-olah masyarakat selalu diposisikan salah,” tegas politisi PKB ini.
Nanang juga menyoroti dampak serius dari lambannya penerbitan PBG terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarmasin. Ia mengingatkan bahwa semakin banyak PBG tertunda, semakin besar potensi pendapatan daerah yang terbuang.
“Kalau PBG cepat diterbitkan, PAD kita ikut meningkat. Tapi sekarang banyak yang belum keluar padahal warga sudah menunggu lama,” jelasnya.
Atas kondisi ini, Nanang mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya dinas terkait, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan PBG. Ia menilai perlu ada pembenahan, baik dari sisi prosedur maupun kualitas SDM, agar layanan bisa benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Kami berharap Pemko Banjarmasin melakukan evaluasi total. Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan karena proses yang terlalu lama dan tidak transparan,” pungkas Nanang.(benk/iniberita).






