Pemko Banjarmasin Datangi Kantor Pusat PLN, Warga Kembali Disuguhi Janji Normalisasi Listrik

oleh -660 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, JAKARTA – Pemadaman listrik bergilir yang terus membayangi Kota Banjarmasin, mendorong Pemerintah Kota membawa langsung keluhan masyarakat, ke Kantor Pusat PT PLN di Jakarta. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kepastian baru, karena sebagian besar jawaban yang disampaikan masih berupa komitmen yang sebelumnya, telah disampaikan kepada pemerintah kota.Rabu

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda bersama Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar bertemu, dengan jajaran Direksi PT PLN pada Selasa (28/7/2026). Agenda tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya protes masyarakat, terhadap pemadaman listrik yang dalam beberapa hari terakhir berlangsung hingga lima sampai enam jam.

Dalam audiensi itu, berbagai dampak yang dirasakan warga disampaikan secara langsung, kepada Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN Saleh Siswanto. Pemerintah Kota menegaskan, bahwa persoalan kelistrikan tidak lagi sekadar mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi telah memukul sektor ekonomi dan menimbulkan kerugian besar di masyarakat.

“Seluruh aspirasi masyarakat kami sampaikan secara langsung, baik mengenai kondisi kelistrikan di Kota Banjarmasin maupun Kalimantan Selatan secara umum,” ujar Ananda.

Ia mengungkapkan, pemadaman berkepanjangan telah menyebabkan pelaku UMKM mengalami kerugian, ribuan ternak dilaporkan mati, berbagai peralatan elektronik rusak, hingga stok air susu ibu (ASI) yang disimpan warga tidak lagi dapat digunakan.

“Semua dampak tersebut kami sampaikan kepada PLN agar menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Meski demikian, hasil pertemuan belum membawa perubahan signifikan. PLN kembali menyampaikan target pengurangan durasi pemadaman menjadi sekitar tiga jam mulai 29 Juli 2026, serta menargetkan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan kembali normal pada 4 Agustus 2026.

Pernyataan itu dinilai tidak jauh berbeda dengan penjelasan yang sebelumnya diterima Pemerintah Kota saat Sekda Ichrom Muftezar melakukan pertemuan dengan manajemen PLN UP3 Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Ananda menegaskan Pemerintah Kota akan terus mengawal komitmen tersebut agar masyarakat segera mendapatkan kepastian.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, kami akan terus mengawasi komitmen PLN dan memastikan seluruh aspirasi warga Banjarmasin benar-benar diperjuangkan sampai kondisi kelistrikan kembali normal,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menjelaskan, PLN kembali memaparkan bahwa gangguan pada tiga unit pembangkit listrik di Kalimantan Selatan menjadi penyebab utama diberlakukannya pemadaman bergilir.

Selain itu, PLN juga menyampaikan bahwa pelanggan terdampak berpeluang memperoleh kompensasi sesuai ketentuan pemerintah. Penetapan kompensasi nantinya akan diputuskan oleh Kementerian ESDM berdasarkan laporan resmi dari PLN.

Menurut Tezar, pelanggan prabayar akan menerima kompensasi berupa penambahan token listrik pada saat pembelian berikutnya. Sementara pelanggan pascabayar akan memperoleh pengurangan tagihan listrik yang diperkirakan mulai diberlakukan pada Oktober atau November 2026.

Ia menambahkan, selesainya perbaikan salah satu pembangkit menjadi dasar optimisme PLN untuk mengurangi durasi pemadaman mulai 29 Juli.

“Mudah-mudahan kondisi segera pulih. PLN juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat mitigasi dan memberikan informasi lebih cepat kepada masyarakat apabila terjadi gangguan di lapangan,” pungkasnya.(ril/iniberita).