Reses DPRD Banjarmasin Dibanjiri Keluhan Warga Sungai Andai: Sekolah Minim, Drainase Buruk hingga Bansos Tak Tepat Sasaran

oleh -1486 Dilihat
Teks foto. Kegiatan penelaahan aspirasi masyarakat (reses) Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Dapil Banjarmasin Utara, Zainal Hakim.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Berbagai persoalan mendasar disampaikan warga Kelurahan Sungai Andai saat kegiatan penelaahan aspirasi masyarakat (reses) Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Dapil Banjarmasin Utara, Zainal Hakim.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Padat Karya, Komplek Perdana Mandiri Blok C2, Banjarmasin Utara.

Dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2026 itu, warga menyoroti minimnya sarana pendidikan di wilayah mereka. Kondisi ini dinilai semakin mendesak seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat setiap tahunnya.

Warga mengeluhkan keterbatasan daya tampung sekolah yang menyebabkan banyak calon peserta didik tidak tertampung saat penerimaan siswa baru. Mereka pun berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera menambah fasilitas pendidikan, baik pembangunan sekolah baru maupun penambahan ruang kelas.

Selain sektor pendidikan, warga juga mengusulkan penataan fasilitas umum (fasum) yang dinilai belum optimal. Sejumlah fasilitas yang masih kosong diharapkan dapat segera dibangun dan dimanfaatkan, seperti taman bermain, lapangan olahraga, serta sarana publik lainnya yang menunjang aktivitas masyarakat.

Permasalahan infrastruktur turut menjadi sorotan, khususnya terkait drainase dan gorong-gorong yang belum berfungsi maksimal. Warga mengungkapkan, saat musim hujan atau air pasang, aliran air kerap tersendat sehingga menyebabkan genangan hingga merendam jalan dan rumah.

Tak kalah penting, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Warga meminta penyediaan bak sampah dan komposter guna mendukung penanganan sampah berbasis rumah tangga, mengingat kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi Kota Banjarmasin.

Di sisi lain, warga juga mengeluhkan pendataan bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum akurat. Masih ditemukan warga yang layak menerima bantuan, namun belum terakomodasi dalam data penerima.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zainal Hakim menegaskan seluruh masukan akan diperjuangkan dan disampaikan kepada instansi terkait di lingkungan Pemko Banjarmasin.

“Permasalahan sarana pendidikan ini menjadi perhatian serius, karena jumlah penduduk Sungai Andai cukup besar. Akibatnya, saat penerimaan siswa baru, banyak yang tidak terakomodasi karena keterbatasan bangku sekolah,” ujarnya.

Politisi PKB itu juga menekankan pentingnya penanganan drainase secara menyeluruh guna mencegah banjir dan genangan yang merugikan masyarakat.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana pendukung seperti bak sampah dan komposter, sebagai bagian dari solusi jangka pendek di tengah kondisi darurat sampah.

Terkait bansos, Zainal meminta dinas terkait melakukan pendataan ulang secara akurat dan transparan agar bantuan tepat sasaran.

“Masih banyak warga yang seharusnya menerima bantuan, tetapi belum masuk dalam data. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya inventarisasi dan pemanfaatan fasum secara maksimal oleh pemerintah daerah. Menurutnya, fasum merupakan aset daerah yang harus dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Fasum yang masih kosong harus segera dibangun sesuai usulan warga, agar benar-benar memberi manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.(benk/iniberita).