Warga Soroti Bansos, Infrastruktur Rusak dan Pengerukan Sungai, Reses HM Faisal Hariyadi 

oleh -439 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin HM Faisal Hariyadi saat melaksanakan reses masa sidang III tahun 2026.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Persoalan bantuan sosial (bansos), perbaikan infrastruktur, hingga pengerukan sungai menjadi sejumlah aspirasi yang mengemuka, dalam kegiatan reses masa sidang III tahun 2026 anggota DPRD Kota Banjarmasin HM Faisal Hariyadi.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Pulau Laut RT 006 RW 001 Nomor 72, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, tersebut dihadiri warga dari lima kelurahan, yakni Antasan Besar, Seberang Mesjid, Pasar Lama, Melayu, dan Gedang.

Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing. Beragam masukan, kritik, dan usulan disampaikan warga sebagai bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui lembaga legislatif.

HM Faisal Hariyadi menjelaskan, bahwa kegiatan reses kali ini memang dipusatkan di Jalan Pulau Laut. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Ashadi Himawan SH serta perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

” Kehadiran perwakilan instansi terkait diharapkan dapat membantu menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah, khususnya menyangkut persoalan yang memerlukan penanganan sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah,”ujarnya.Kamis (22/10/2026).

Sebagai wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Faisal mengatakan, menampung berbagai masukan yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah penanganan bantuan sosial. Masyarakat berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, sehingga warga yang benar-benar membutuhkan memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain persoalan bansos, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah juga menjadi sorotan. Warga menyampaikan perlunya perhatian terhadap perbaikan sarana dan prasarana lingkungan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,”katanya.

Tidak kalah penting tegas Faisal panggilannya, persoalan pengerukan sungai turut menjadi aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut. Warga berharap sungai-sungai di lingkungan permukiman mendapat perhatian melalui pengerukan dan pemeliharaan secara berkala, terutama pada bagian yang mengalami pendangkalan.

Penanganan sungai dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air serta mendukung upaya mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman. Karena itu, masyarakat berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Berbagai aspirasi yang dihimpun dalam reses masa sidang III tahun 2026 itu selanjutnya akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas, kewenangan pemerintah daerah, serta kemampuan anggaran,”tegasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut ujarnya, masyarakat berharap persoalan yang selama ini mereka hadapi, tidak hanya menjadi catatan dalam pertemuan, tetapi juga memperoleh tindak lanjut yang jelas, dari Pemerintah Kota(Pemko) Banjarmasin melalui dinas masing masing sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Karena reses menjadi salah satu sarana penting bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi konstituen sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan. Dengan demikian, usulan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Kota Banjarmasin,”ujar Faisal0. (benk/iniberita)