Zainal Hakim Desak Pemko Banjarmasin Sediakan Hidran Air di Kawasan Padat Penduduk, Kebakaran Kompleks Batu Merah Jadi Evaluasi

oleh -486 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin Zainal Hakim dari fraksi PKB saat melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran di Komplek Batu Merah Sungai Andai Banjarmasin Utara.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Musim kemarau panjang meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran permukiman. Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim menyusul peristiwa kebakaran yang terjadi di Kompleks Batu Merah, Kelurahan Sungai Andai, saat sebagian besar warga masih terlelap tidur sekitar pukul 05.00 WITA.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan ketersediaan sarana pendukung untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Salah satu fasilitas yang dinilai perlu mendapat perhatian serius adalah hidran air sebagai sumber pasokan air bagi petugas dan relawan pemadam kebakaran.

Zainal Hakim yang akrab disapa Hakim, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi cuaca yang kering perlu diantisipasi dengan langkah pencegahan serta kesiapan sarana penanggulangan kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Ia menilai, peristiwa kebakaran di Kompleks Batu Merah harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah, agar upaya pencegahan dan penanganan kebakaran ke depan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Menurut Hakim, kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan hunian yang tinggi memiliki tantangan tersendiri ketika terjadi kebakaran. Selain berpotensi menyebabkan api merambat ke bangunan lain, keterbatasan sumber air juga dapat menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penyediaan hidran air di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki akses terbatas terhadap sumber air untuk pemadaman kebakaran.

“Keberadaan hidran air di wilayah padat penduduk sangat penting, terutama di kawasan dengan jumlah rumah yang banyak. Fasilitas tersebut dapat membantu mempercepat penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” ujar Hakim.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan, ketersediaan hidran air merupakan salah satu langkah antisipatif yang perlu dipertimbangkan pemerintah kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu petugas dan relawan pemadam kebakaran memperoleh pasokan air yang lebih dekat dengan lokasi kejadian. Dengan demikian, proses pemadaman diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan dengan akses jalan yang terbatas atau ketersediaan air yang minim.

Hakim menegaskan, kebakaran yang terjadi di wilayah konstituennya menjadi bahan evaluasi bagi dirinya sebagai anggota DPRD Kota Banjarmasin. Ia menilai, kebutuhan sarana penanggulangan kebakaran di lingkungan permukiman perlu mendapat perhatian agar masyarakat memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap risiko kebakaran.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin agar mempertimbangkan penyediaan hidran air di kawasan permukiman padat, termasuk di wilayah Sungai Andai. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, terlebih ketika musim kemarau menyebabkan ketersediaan air di sejumlah lokasi menjadi terbatas.

“Kejadian kebakaran di Kompleks Batu Merah ini menjadi evaluasi bagi kita semua. Di kawasan padat penduduk dengan jumlah hunian yang banyak, perlu dipertimbangkan penyediaan hidran air untuk membantu penanganan apabila terjadi kebakaran,” tegas politisi PKB tersebut.

Sementara itu, Lurah Sungai Andai, Muhammad Riduan menyampaikan, apresiasi kepada para relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), khususnya BPK Sungai Andai, serta masyarakat setempat yang telah berupaya membantu memadamkan api saat kebakaran terjadi.

Menurutnya, keterlibatan relawan dan masyarakat sangat berarti dalam penanganan kebakaran di wilayah kerjanya. Kesigapan mereka diharapkan dapat membantu mengendalikan api sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.

Riduan menilai, kerja sama antara relawan pemadam kebakaran, masyarakat, dan unsur terkait merupakan bagian penting dalam menghadapi situasi darurat. Terlebih, kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut berlangsung ketika sebagian warga masih beristirahat.

Ia juga menanggapi usulan Zainal Halim mengenai penyediaan hidran air di kawasan permukiman Sungai Andai. Menurutnya, usulan tersebut relevan dengan kebutuhan penanggulangan kebakaran, terutama di lingkungan yang memiliki kepadatan hunian tinggi dan keterbatasan sumber air.

Riduan menyatakan dukungannya terhadap upaya penyediaan fasilitas tersebut sebagai salah satu sarana penunjang bagi relawan dan petugas pemadam kebakaran ketika menghadapi kejadian serupa.

“Menurut saya, usulan wakil rakyat yang juga tinggal di kawasan Sungai Andai ini sangat tepat. Kami mendukung adanya penyediaan hidran air, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan ketersediaan air untuk penanggulangan kebakaran,” ujarnya.

Ia berharap, perhatian terhadap kebutuhan sarana pemadam kebakaran di kawasan permukiman dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Dengan demikian, kebutuhan air untuk pemadaman dapat menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan mitigasi bencana di lingkungan padat penduduk.

Kebakaran di Kompleks Batu Merah menjadi pengingat bahwa penanggulangan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas dan relawan, tetapi juga perlu didukung sarana serta prasarana yang memadai.

Penyediaan hidran air di titik-titik strategis dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kesiapsiagaan di kawasan permukiman. Namun, penempatannya perlu mempertimbangkan tingkat kepadatan penduduk, akses kendaraan pemadam, ketersediaan jaringan air, serta kebutuhan di setiap wilayah.

Selain dukungan fasilitas, masyarakat juga diharapkan rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan penggunaan peralatan rumah tangga secara aman, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Langkah pencegahan tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran, khususnya pada musim kemarau.

Melalui evaluasi atas peristiwa kebakaran di Kompleks Batu Merah, diharapkan perhatian terhadap kebutuhan sarana penanggulangan kebakaran di kawasan Sungai Andai semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, relawan pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan permukiman yang lebih siap menghadapi keadaan darurat.(silvi/iniberita)