Peringati HAN 2025, Disdikbud Balangan Gelar Carnaval Wujudkan Hak Anak Berkreasi

oleh -1832 Dilihat
Teks foto (Istimewa) Peringati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, menggelar carnaval anak  yang dipusatkan di Lapangan Martasura.Paringin.

INIBERITA.id, BALANGAN- Peringati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, menggelar carnaval anak  yang dipusatkan di Lapangan Martasura.Paringin.Rabu (23/7/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kabupaten Balangan Abiji mengungkapkan, kegiatan carnaval anak ini komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan melalui Disdikbud adanya kepedulian untuk pemenuhan hak-hak anak, agar dapat berkreasi, berinovasi dan berkolaborasi untuk berkarya.

Carnaval anak ini juga sebagai ekspresi, sekaliguis menjadi sarana edukatif, dalam rangka untuk menyenangkan bagi anak-anak, dengan peringatan HAN 2025 menjadi momentum kolektif dalam memperkuat komitmen, terhadap perlindungan hak anak.

“Pemkab Balangan kini mengusulkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus untuk mengatur perlindungan dan pemenuhan hak anak, dengan demikian menjadi langkah nyata dengan amanat regulasi nasional,”ungkapnya.

Ditegaskan Abiji, dari sinilah pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya bagi orang tua, sekolah dan lingkungan sekitar, dalam menjamin serta perlindungan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat  dan sejahtera.

“Anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga serta diberi ruang untuk berkembang secara optimal, disetiap program pembangunan daerah harus memprioritaskan kebutuhan anak,” tegasnya.

Abiji menambahan, anak juga perlu diberikan apresiasi serta ruang eksplorasi, bagi mereka untuk menggali potensi diri, salah satunya melalui kegiatan peringatan Hari Anak Nasional, dengan melaksanakan carnival tersebut.

“Momentum ini sangat penting untuk mendorong keterlibatan anak-anak  dalam berbagai aktivitas positif, sehingga mereka merasa dihargai dan didukung untuk  menyalurkan bakat serta aspirasinya,” tambahnya.

Lebih jauh Abiji menjelaskan, perlindungan anak wajib dilakukan secara holistik melalui pendekatan lintas sektor, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan intervensi itu, perlu melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), tenaga kesehatan serta pendampingan dari psikolog dan psikiater.

Seperti program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak harus bersinergi, demi membentuk generasi yang tangguh dan berdaya saing. Pihaknya berharap, melalui peringatan HAN 2025, bukan hanya menjadi peringatan semata, namun seluruh masyarakat harus ada kepedulian, terhadap tumbuh kembang anak.

“Mari kita berkomitmen menjadikan anak sebagai prioritas dalam pembangunan, agar anak-anak menjadi hebat sekaligus mewujudkan Indonesia yang kuat,”jelasnya.(iwn/iniberita).