Wali Kota Banjarmasin Tinjau Murid SMPN 33 Diduga Keracunan, Pastikan Kondisi Aman

oleh -1717 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, meninjau langsung kondisi puluhan murid SMPN 33 Banjarmasin.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, meninjau langsung kondisi puluhan murid SMPN 33 Banjarmasin yang mengalami gejala mual, sakit perut, dan muntah-muntah. Para murid tersebut mendapat perawatan di Puskesmas Basirih Baru, Selasa (21/10/2025).

Dalam kunjungannya, Wali Kota ingin memastikan kondisi kesehatan, para siswa sekaligus mengetahui penyebab kejadian yang sempat diduga berkaitan, dengan konsumsi Menu Bergizi Gratis (MBG).

“Saat ini penyebab pastinya masih dalam pemeriksaan pihak medis. Menu MBG untuk hari ini belum sempat dibagikan kepada siswa. Tadi saya juga sudah berbincang langsung dengan beberapa murid untuk memastikan kondisi mereka,” ujar Yamin usai meninjau.

Wali Kota menegaskan, pemerintah kota akan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak kesehatan, sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait program MBG.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengungkapkan bahwa penanganan pertama terhadap siswa diduga keracunan sudah dilakukan oleh pihak puskesmas dengan cepat.

“Tindakan pertama ini sudah dilakukan. Alhamdulillah bisa ditangani puskesmas karena ada 2 dokter disini,” ungkap Ramadhan.

Selanjutnya, Kepala Sekolah SMPN 33 Banjarmasin Sumiati membantah, dugaan bahwa kejadian tersebut disebabkan, oleh konsumsi menu MBG. Ia menjelaskan bahwa makanan bergizi gratis itu, belum sempat dibagikan pada hari kejadian.

“Kejadiannya bukan keracunan massal, tetapi lebih ke gejala diare ringan. Total ada 34 murid yang sempat dirawat, sebagian besar sudah pulang. MBG terakhir dibagikan Senin siang kemarin, jadi kemungkinan bukan dari makanan itu. Bisa saja dari makanan lain yang dikonsumsi siswa di luar sekolah,”tegas Sumiati.

Menurutnya, para siswa kini dalam kondisi berangsur pulih dan pihak sekolah tetap berkoordinasi, dengan dinas kesehatan untuk memastikan keamanan program MBG ke depannya.(silvi/iniberita).