Wali Kota Yamin Minta SKPD Maksimalkan Serapan Anggaran, Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak Nyata

oleh -1915 Dilihat
Teks foto. Walikota HM Yamin HR saat memimpin Rapat koordinasi dan evaluasi Pelaksanaan kegiatan serta Realisasi Penyerapan Anggaran Triwulan III Tahun 2025, di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmsin.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memaksimalkan serapan anggaran di sisa tahun 2025. Ia menegaskan agar pelaksanaan program difokuskan pada kegiatan prioritas yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat kota.

“Kita ingin di tahun 2026 nanti, SKPD bisa memaksimalkan serapan anggaran secara sistematis. Di sisa tahun ini, tentu target tersebut masih bisa dikejar. Namun, perlu adanya komunikasi yang efektif antarinstansi,” ujar Yamin saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala SKPD di Balai Kota, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, efektivitas penyerapan anggaran tidak hanya bergantung pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada sinkronisasi antar program lintas sektor. “Sinkronisasi itu menjadi penting, terutama apabila ada kegiatan yang berdampak langsung atau justru tertunda karena kurang koordinasi,” tambahnya.

Wali Kota juga menekankan agar setiap SKPD mampu mengidentifikasi program dengan skala prioritas tingg, khususnya yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan ekonomi warga.

Dengan dorongan tersebut, Pemko Banjarmasin berharap akhir tahun ini serapan anggaran dapat meningkat signifikan dan menjadi pondasi kuat bagi perencanaan pembangunan tahun 2026 mendatang.

“Serapan anggaran bukan hanya soal administrasi, tapi tentang bagaimana uang daerah benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat. Jadi, kita minta semua bergerak cepat namun tetap tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Ikhsan Budiman memberi atensi khusus terhadap tantangan yang dihadapi beberapa SKPD strategis terkait realisasi fisik yang masih kurang. Ada beberapa kegiatan fisik yang awalnya sudah terencana, namun karena satu dan lain hal batal ditayangkan. Hal ini perlu digaris bawahi bahwa tidak semua pekerjaan harus dipaksakan jalan.

“Kalau memang tidak ada urgensinya atau belum bisa dilaksanakan. Ini akan jadi perhatian dalam evaluasi lanjutan, bagaimana harapan kita pelaksanaan kegiatan fisik dan keuangan yang masih tersisa itu bisa dipercepat, namun tetap mengedepankan kualitas dan aturan yang ada,”ujarnya.(silvi/iniberita).