Gotong Royong Warga Tembus Jalan Terisolasi, Laporan Dana Dibuka Terang-terangan

oleh -1598 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, TTU – Di tengah keterbatasan infrastruktur dan minimnya sentuhan proyek pemerintah, aksi gotong royong warga dalam memperbaiki ruas jalan Nansean–Mamsena, yang menghubungkan Desa Nansean dan Desa Nansean Timur menuju Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), justru menunjukkan hasil nyata dan progres signifikan.

Hingga awal Januari 2025, perbaikan jalan yang digagas secara swadaya ini telah mencapai kurang lebih 400 meter. Ruas jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini sudah dapat digunakan masyarakat, bahkan saat musim hujan.

Penggagas perbaikan jalan, Andy Natun, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya diukur dari progres fisik, tetapi juga dari komitmen transparansi kepada publik. Seluruh penggunaan dana donasi dipublikasikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat dan para donatur.

“Ini kerja bersama, bukan proyek. Karena itu, laporan keuangan harus dibuka apa adanya agar semua orang tahu ke mana dana digunakan,” tegas Andy, kepada INIBERITA.id, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan laporan resmi Rincian Pengeluaran Dana Donasi Perbaikan Jalan Nansean–Mamsena, total dana yang berhasil dihimpun hingga 5 Januari 2025 mencapai Rp26.195.000. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp24.146.000 telah direalisasikan, menyisakan saldo Rp2.049.000.

Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk operasional excavator, mencakup mobilisasi alat berat pulang-pergi Kefamenanu, upah operator selama empat hari kerja, bahan bakar solar, serta biaya pendukung lainnya. Selain itu, dana juga digunakan untuk biaya transportasi material sertu dari sejumlah titik, di antaranya Ambrosius Fatunine, Anselmus Atini, Natnael Laki, dan Ferdinandus Tna’auni.

Laporan keuangan juga mencatat pengeluaran untuk kebutuhan adat dan koordinasi sosial dengan Pemerintah Desa Letneo Selatan serta tokoh adat setempat. Pengeluaran berupa sirih pinang, ayam jantan, rokok, dan sopi dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari pendekatan budaya dalam setiap kegiatan kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Selama enam hari kerja, dana donasi turut digunakan untuk konsumsi dan kebutuhan lapangan, seperti beras, ayam, air minum, biskuit, minyak goreng, sayur, bahan bakar tambahan, serta kebutuhan teknis lain guna menjamin kelancaran pekerjaan di lapangan.

Andy Natun menjelaskan, fokus utama pekerjaan adalah pemadatan pada titik-titik jalan yang rawan lumpur dan berlubang, yang sebelumnya sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Meski demikian, masih terdapat dua titik yang belum sempat diselesaikan akibat hujan lebat di hari terakhir serta keterbatasan waktu penggunaan alat berat.

“Excavator harus kembali ke Kefamenanu untuk mendukung pekerjaan Lapangan Sasi sesuai perintah Bupati TTU. Meski masih ada dua titik yang belum dipadatkan, secara umum jalan sudah bisa digunakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sisa saldo dana donasi akan menunggu kesepakatan bersama untuk pekerjaan lanjutan, termasuk kemungkinan pemadatan tambahan menggunakan vibro.

Sementara itu, Kepala Desa Nansean, Ady Kono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat, para donatur, serta warga Nansean di perantauan yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan bersama.

“Ini bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup. Atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Nansean, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.

Ady Kono juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Timor Tengah Utara melalui Dinas PUPR yang telah menurunkan satu unit excavator, sehingga pekerjaan perbaikan jalan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Dipublikasikannya laporan keuangan secara terbuka diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi pesan kuat bagi pemerintah daerah agar pembangunan permanen ruas jalan Nansean–Mamsena segera menjadi prioritas ke depan. (stn/iniberita)