Genangan Tak Kunjung Surut, Wali Kota Yamin Bongkar Biang Sumbatan Sungai Peradapan

oleh -1432 Dilihat
Teks foto (Istimewa) Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat meninjau periksa sumbatan air sungai.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR kembali turun langsung ke lapangan, menyisir sejumlah ruas jalan dan titik sungai di wilayah Banjarmasin Selatan. Langkah ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan respons cepat atas keluhan warga, terkait ancaman genangan air yang terus menghantui kawasan Kelurahan Pemurus Dalam hingga Tanjung Pagar.

Peninjauan diawali dari Sungai Peradapan di kawasan Tatah Belayung, yang disinyalir menjadi salah satu titik krusial penyebab lambatnya surut genangan. Aliran sungai yang tersumbat membuat air tertahan, terlebih pengerukan baru mulai dilakukan dan belum memberikan dampak signifikan.

“Informasi dari RT, kedalaman sungai sekitar 2 sampai 3 meter. Tapi jembatan eksisting di sini menyempit, hanya menyisakan sekitar 1,5 meter, padahal lebar sungai mencapai 4,5 meter. Kondisi ini jelas menghambat laju aliran air,” tegas Yamin saat diwawancarai di lokasi.

Tak hanya itu, di bagian hilir sungai terdapat pintu air yang seharusnya berfungsi mengalirkan air ke saluran pembuangan akhir. Namun fakta di lapangan menunjukkan pintu air tersebut sudah lama tak berfungsi.

“Pintu air ini dibangun sekitar tahun 2000-an. Karena tidak terawat, sekarang terbengkalai. Lebarnya tinggal satu meter dan bagian dasarnya sudah ditutup beton. Ini jelas menghambat aliran, apalagi saat debit air meningkat,” ungkapnya.

Yamin menegaskan, perbaikan harus segera dilakukan. Ia mendorong agar pintu air tersebut didesain ulang dengan sistem yang lebih optimal.

“Minimal dibuat tiga pintu air agar aliran bisa diatur sesuai kondisi ketinggian air dan beban debit. Ini penting agar genangan tidak terus berulang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yamin juga mengingatkan masyarakat, termasuk pengembang perumahan, agar tidak lagi membangun di badan sungai atau membelakangi aliran sungai.

“Bangunan itu seharusnya menghadap sungai, bukan membelakanginya. Tadi saya lihat sepanjang Tanjung Pagar, hampir seluruh bantaran dipenuhi rumah. Kesadaran menjaga sungai harus kita tingkatkan, karena sungai adalah urat nadi pengendali banjir,” tandasnya. (silvi/iniberita)