Krisis Pohon Tua Tekan Produksi, DPRD Kalsel Gaspol Kembalikan HSS sebagai Lumbung Kelapa

oleh -1378 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, HULU SUNGAI SELATAN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebagai upaya strategis mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis sektor perkebunan.

Daerah yang selama ini dikenal memiliki potensi kelapa melimpah tersebut kini dihadapkan pada persoalan klasik, yakni dominasi tanaman tua yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya kontribusi komoditas kelapa terhadap perekonomian daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengembangan komoditas kelapa di HSS perlu segera direvitalisasi melalui program yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Potensi kelapa di HSS ini sangat besar. Namun, banyaknya tanaman yang sudah tua membuat produksi menurun. Karena itu, kami sepakat untuk mendorong pengembangan kembali, baik melalui peremajaan kelapa dalam maupun pengembangan kelapa genjah yang lebih produktif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, agar program pengembangan tidak berjalan parsial dan mampu memberikan dampak nyata bagi petani.

Selain kelapa, Komisi II juga mendorong penguatan komoditas perkebunan lain seperti karet dan kopi sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, M.M., menyatakan optimisme pihaknya untuk mengembalikan kejayaan HSS sebagai salah satu lumbung kelapa di Kalsel.

“Alhamdulillah hari ini kami turut mendampingi Komisi II. HSS sejak dulu dikenal sebagai lumbung kelapa, apalagi didukung produk khas seperti dodol dan ketupat Kandangan. Insyaallah, dengan langkah yang tepat, dalam tiga sampai lima tahun ke depan HSS bisa kembali menjadi sentra kelapa unggulan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten HSS, Lutfiana, S.P., M.P., menyambut positif perhatian DPRD Kalsel terhadap sektor perkebunan di daerahnya.

Ia mengungkapkan bahwa produksi kelapa saat ini masih jauh dari kebutuhan industri lokal, khususnya pelaku UMKM yang mengandalkan bahan baku kelapa.

“Produksi kelapa tahun 2025 sekitar 8.400-an, dan itu masih jauh dari kebutuhan UMKM seperti dodol dan ketupat Kandangan. Bahkan kekurangannya hampir tiga kali lipat,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan dan sinergi lintas pemerintah, diharapkan pengembangan komoditas kelapa di HSS dapat kembali optimal, sekaligus memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (sop/iniberita)