Gubernur Muhidin Resmikan Dermaga Pasar Terapung TMII, Angkat Budaya Sungai Kalsel ke Panggung Nasional

oleh -1612 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah, meresmikan Dermaga Pasar Terapung Air Tawar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (11/4/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di lokasi dermaga.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan pariwisata Banua ke tingkat nasional. Acara turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Roy Rizali Anwar, para bupati/wali kota se-Kalsel, Forkopimda Kalsel, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin.

Dalam prosesi penandatanganan prasasti, Gubernur Muhidin turut didampingi jajaran Forkopimda Kalsel, di antaranya Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kajati Kalsel Tiyas Widiarto, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta unsur pimpinan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa peresmian dermaga ini menjadi langkah maju dalam pengembangan sektor pariwisata, sekaligus menghadirkan budaya sungai Kalimantan Selatan sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional di TMII.

“Melalui kehadiran dermaga ini, kita berharap masyarakat dari berbagai daerah dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya sungai Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat posisi Kalsel sebagai salah satu simpul penting warisan budaya sungai di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya pasar terapung merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Banjar, ketika sungai menjadi jalur utama transportasi, interaksi sosial, dan aktivitas perdagangan masyarakat. Tradisi tersebut hingga kini masih dapat disaksikan di kawasan wisata budaya Pasar Terapung Lok Baintan yang menjadi ikon pariwisata Kalsel.

“Di dermaga ini kita menegaskan bahwa pasar terapung sebagai warisan budaya urang Banjar tetap hidup dan dapat dinikmati. Kehadirannya di TMII menjadi representasi budaya sungai kepada masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” tambahnya.

Gubernur Muhidin juga berharap keberadaan dermaga ini mampu menarik minat pengunjung TMII untuk mengenal lebih jauh Kalimantan Selatan, bahkan mendorong mereka untuk datang langsung ke Banua.

“Kami berharap masyarakat tertarik berkunjung ke Kalsel dan merasakan langsung kehidupan masyarakat sungai yang masih lestari,” harapnya.

Ia pun mengajak seluruh bupati/wali kota serta kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel untuk turut meramaikan kawasan Dermaga Pasar Terapung di TMII dengan berbagai kegiatan rutin.

“Mari kita hidupkan kawasan ini dengan kegiatan seni, budaya, dan event daerah setiap pekannya, sehingga budaya Kalsel semakin dikenal luas,” ajaknya.

Sementara itu, Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi budaya daerah.

“Ini menjadi contoh pengembangan budaya yang baik. Ke depan, kami berharap ada warisan budaya tak benda dari Kalsel yang dapat diusulkan ke UNESCO,” ujarnya.

Usai peresmian, Gubernur Muhidin bersama Hj. Fathul Jannah menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan pedagang pasar terapung atau yang dikenal sebagai “acil” dan “paman”, serta membeli aneka buah dan kue tradisional yang dijajakan di atas jukung.

Hj. Fathul Jannah yang juga menjabat Ketua Dekranasda Kalsel turut mengunjungi stan UMKM dan kerajinan daerah yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini mengusung tema “Pesona Pasar Terapung, Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, dan Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif Banua.” Pembangunan dermaga sendiri didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Kalsel sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.

Selain prosesi peresmian, acara juga diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya, seperti pertunjukan seni tradisional Banjar, simulasi pasar terapung, pameran produk UMKM, kuliner khas Banua (mawarung), pameran kerajinan, fashion show wastra Banua, hingga pemutaran silent cinema.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap budaya lokal semakin lestari, dikenal luas, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan industri kreatif di Banua. (adv/iniberita)