HST Perangi Food Waste, Gerakan Selamatkan Pangan Diperkuat

oleh -387 Dilihat
Teks foto. Ketua TP PKK Kabupaten HST Ny Deni Era Samsul Rizal

INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat upaya menekan pemborosan makanan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Darul Istiqamah, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Sahruli, mewakili Bupati HST Samsul Rizal itu melibatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku usaha kuliner, pengelola hotel, organisasi perangkat daerah, serta kader TP PKK Kabupaten HST.

Dalam sambutannya, H Sahruli menegaskan bahwa persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelolanya secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, tingginya angka makanan yang terbuang di tengah masih adanya kebutuhan masyarakat terhadap pangan bergizi menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.

“Gerakan Selamatkan Pangan merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih menghargai makanan, mengurangi limbah pangan, serta mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten HST akan terus mendukung berbagai program yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar pola konsumsi pangan tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten HST Ny Deni Era Samsul Rizal menegaskan, bahwa keluarga memegang peran penting dalam keberhasilan Gerakan Selamatkan Pangan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti memasak sesuai kebutuhan, menyimpan bahan makanan dengan benar, hingga mengolah kembali sisa makanan yang masih layak dikonsumsi.

“Gerakan ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana budaya menghargai pangan dan menghemat makanan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap pentingnya mengurangi pemborosan makanan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Peserta sosialisasi dari SPPG Banua Jingah, Rahmi Hidayat, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, setelah sosialisasi ini ada pelatihan yang terus dilakukan sehingga Gerakan Selamatkan Pangan benar-benar diterapkan di setiap SPPG maupun sekolah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Dengan begitu, gerakan ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya baru di masyarakat,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Selamatkan Pangan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap kesadaran masyarakat untuk menghargai setiap butir pangan terus meningkat, sehingga angka pemborosan makanan dapat ditekan, limbah pangan berkurang, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. (s3/iniberita)