Zonasi Jadi Momok, Warga Sungai Andai Desak Pemko Bangun SD-SMP

oleh -353 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin Zainal Hakim saat melakukan reses di Kelurahan Sungai Andai.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Minimnya fasilitas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kelurahan Sungai Andai menjadi keluhan utama warga, saat Penelaahan Aspirasi Masyarakat (Reses) Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim di Komplek Herlina Perkasa, Jalan Bawang Merah 8, Kelurahan Sungai Andai, Senin (13/7/2026).

Selain persoalan pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan terkait belum meratanya penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) serta kerusakan jalan di kawasan Bawang Merah yang hingga kini belum mendapat penanganan.

Zainal Hakim mengatakan, tidak adanya SD maupun SMP di Sungai Andai menjadi persoalan serius yang harus segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Menurutnya, kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat di tengah penerapan sistem penerimaan peserta didik berdasarkan domisili atau zonasi.

“Dengan sistem zonasi saat ini, anak-anak di Sungai Andai kalah bersaing karena faktor jarak. Sudah seharusnya kawasan ini memiliki fasilitas SD dan SMP agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan akses pendidikan,” ujar Zainal.

Politisi PKB tersebut juga menyoroti masih adanya warga yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan ulang.

“Nanti akan kita data kembali warga yang memang berhak tetapi belum menerima bantuan sosial. Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya mendapatkan haknya justru terlewat,” katanya.

Tak hanya itu, Zainal juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera memperbaiki ruas jalan di sepanjang kawasan Bawang Merah yang kondisinya rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Selain perbaikan jalan, kawasan ini juga membutuhkan pembangunan gorong-gorong agar genangan air dan banjir dapat diminimalkan. Banyak ruas jalan yang rusak sehingga menghambat mobilitas warga,” tambahnya.

Sementara itu, warga Bawang Merah 1, Budiman, mengungkapkan kekecewaannya karena jalan di kawasan Bawang Merah 1 hingga Bawang Merah 11 sudah lebih dari lima tahun tidak pernah diperbaiki.

“Yang membuat kami heran, kawasan di belakang yang baru dibangun justru sudah diaspal dengan baik. Sementara lingkungan kami yang lebih dulu ada malah dibiarkan rusak selama bertahun-tahun. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Budiman berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut agar akses masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman setelah bertahun-tahun menunggu perhatian pemerintah.(silvi/iniberita).