INIBERITA.id, BALANGAN – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menggelar pertemuan bersama jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Balangan untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Bumi Sanggam.
Pertemuan yang dihadiri pengurus cabang khusus SMA, SMK, SLB, serta perwakilan PGRI tingkat kecamatan itu menjadi forum strategis membahas sejumlah isu penting, mulai dari evaluasi sistem zonasi sekolah, penguatan pendidikan inklusi, hingga kebutuhan sarana dan prasarana bagi tenaga pendidik.
Dalam diskusi tersebut, pengurus PGRI menyoroti penerapan sistem zonasi yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan, terutama bagi siswa berprestasi yang ingin memperoleh akses pendidikan sesuai potensi akademiknya.
Selain itu, isu sekolah berkarakter juga menjadi perhatian. Menurut para guru, masyarakat masih cenderung memusatkan pilihan pada sekolah-sekolah tertentu, sementara sekolah lain yang juga menerapkan pendidikan berbasis karakter belum mampu bersaing akibat keterbatasan jumlah maupun kualitas tenaga pendidik.
Menanggapi hal tersebut, Saiful Arif mengaku prihatin dengan kecenderungan siswa-siswa berprestasi yang memilih melanjutkan pendidikan ke luar Kabupaten Balangan.
“Jangan sampai anak-anak berprestasi justru memilih sekolah di luar Balangan. Padahal pemerintah daerah telah berupaya membangun kualitas sumber daya manusia melalui Program 1.000 Sarjana,” ujar Saiful, Senin (13/7/2026).
Persoalan pendidikan inklusi juga menjadi pembahasan utama. Para guru menilai sekolah umum masih menghadapi tantangan besar dalam memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus akibat minimnya Guru Pendamping Khusus (GPK).
Mereka juga menekankan pentingnya asesmen yang lebih komprehensif agar kebutuhan setiap siswa dapat dipetakan secara tepat sehingga proses pembelajaran berlangsung optimal.
“Inklusi harus benar-benar memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik. Jangan sampai terjadi perundungan atau bullying. Saat ini jumlah Guru Pendamping Khusus masih sangat terbatas sehingga menjadi tantangan bagi sekolah umum,” ungkap salah seorang perwakilan guru.
Menanggapi aspirasi tersebut, Saiful menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak rumah sakit terkait pelaksanaan asesmen bagi siswa berkebutuhan khusus telah berjalan. Namun demikian, ia mengakui masih diperlukan pemetaan tenaga ahli agar layanan pendidikan inklusi di seluruh sekolah dapat dilaksanakan secara maksimal dan merata.
Dalam kesempatan itu, Ketua PGRI Kabupaten Balangan juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan dukungan operasional bagi organisasi, salah satunya melalui penyediaan kendaraan dinas guna menunjang mobilitas kegiatan pendidikan di lapangan. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar PGRI memiliki fasilitas yang setara dengan tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama.
Menutup pertemuan, Saiful Arif menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan para guru akan menjadi perhatian DPRD Kabupaten Balangan. Ia berkomitmen mengawal berbagai masukan tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pendidikan daerah.
“DPRD akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi pemerataan layanan, penguatan pendidikan inklusi, maupun peningkatan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Balangan,” tegasnya.(iwn/iniberita),.
