Jelang Dibuka 10 Agustus, DPRD Kalsel Soroti Retakan Jalan Veteran KM 5,5: Jangan Sampai Belum Stabil Sudah Dipaksa Beroperasi

oleh -435 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Jelang rencana pembukaan akses Jalan Veteran KM 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, pada 10 Agustus 2026, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung memantau kondisi terkini jalan tembus menuju Martapura Lama tersebut.

Pemantauan dilakukan bersama rombongan wartawan Persroom Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, Senin (3/8/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik jalan sebelum kembali digunakan masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, H. M. Rosehan Noor NB, menegaskan pihaknya ingin memastikan seluruh tahapan perbaikan berjalan sesuai target, mengingat waktu pembukaan jalan tinggal beberapa hari lagi.

“Kami hanya ingin memastikan saja, persiapan penutupan tanggal 10 sudah dekat. Oleh sebab itu, kami berharap situasi dan kondisi di lapangan juga menggembirakan,” ujar Rosehan.

Namun, dalam pemantauan tersebut, Rosehan menyoroti adanya bagian jalan yang mengalami retakan. Kondisi itu menurutnya harus menjadi perhatian serius kontraktor maupun Dinas PUPR Kalsel sebelum jalan dinyatakan siap digunakan.

“Jangan sampai seperti pagi tadi, kalau bahasa Banjar itu ‘rabit’ lah jalanannya, atau retak. Kalau retak berarti ada tanda-tanda. Apakah bisa longsor atau tidak? Sebab itu kami minta kepastian dari pihak kontraktor, supaya langkah-langkah selama menuju tanggal 10 itu disiapkan betul-betul,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rosehan meminta Dinas PUPR Kalsel dan kontraktor tidak hanya mengejar target pembukaan akses, tetapi juga memastikan kondisi konstruksi benar-benar aman dan stabil.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas sebelum jalan kembali dibuka untuk lalu lintas umum.

Ia juga meminta selama proses pemadatan hingga pengaspalan berlangsung, akses jalan ditutup secara total. Penutupan diperlukan agar kontraktor dapat bekerja maksimal tanpa terganggu kendaraan maupun aktivitas warga yang melintas.

“Kita wawancara juga masyarakat yang lalu lalang. Harusnya ditutup total supaya kontraktor bisa leluasa begawi (bekerja). Konsekuensinya ya harus wani (berani) menegur. Kalau memang tidak berani, minta kepolisian, minta Satpol PP, atau warga di sini dikaryakan supaya dijaga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kalsel, Misna Putri Wiharti, memastikan proses perbaikan terus dikebut. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen.

“Saat ini kita sudah di pemadatan untuk LPB (lapis pondasi bawah). Jadi ini mencoba memadatkan kembali sampai dengan nanti akses terbuka. Supaya stabil dulu, baru nanti kita lanjut ke pengaspalan,” terang Misna.

Ia menjelaskan, tahapan pemadatan menjadi bagian penting sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap pengaspalan. Karena itu, pihaknya kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jalan tersebut selama proses pekerjaan masih berlangsung.

“Kami kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak melintas sampai dengan pembukaan tanggal 10 Agustus nanti,” pungkasnya.

Dengan target pembukaan pada 10 Agustus, perhatian kini tertuju pada kemampuan kontraktor dan Dinas PUPR Kalsel memastikan jalan tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar stabil dan aman sebelum kembali digunakan masyarakat.(sop/iniberita).