Banjir Tinggalkan Tumpukan Kayu dan Bambu, Pemkab HST Kerahkan Alat Berat Bersihkan Sungai

oleh -643 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bergerak cepat menangani dampak banjir dengan melakukan pembersihan sungai dari Desa Aluan Bakti hingga Desa Jaranih.

Banjir yang terjadi sebelumnya membawa material berupa bambu, kayu, lumpur hingga sampah yang menumpuk dan menghambat aliran sungai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko luapan air apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Penanganan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten HST sebagai tindak lanjut arahan Bupati HST Samsul Rizal. Pemerintah daerah meminta titik-titik penyumbatan segera ditangani agar aliran sungai kembali normal.

Untuk mempercepat proses pembersihan, Dinas PUPR HST menurunkan alat berat guna mengangkat tumpukan bambu, kayu, lumpur serta material lain yang terbawa arus banjir.

Kepala Dinas PUPR HST H Syahidin ST mengatakan, pembersihan tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi aliran sungai sekaligus mengurangi potensi banjir susulan.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Samsul Rizal, kami langsung turun ke lapangan untuk membersihkan sungai yang tersumbat akibat banjir. Harapannya, air bisa kembali mengalir dengan lancar dan risiko banjir dapat dikurangi,” jelasnya, Kamis (8/10/2026).

Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan lokasi yang mengalami penyumbatan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.

Penggunaan alat berat difokuskan untuk mengangkat material berukuran besar seperti batang kayu dan bambu yang menghalangi jalur air. Setelah material diangkat, aliran sungai diharapkan kembali terbuka sehingga air dapat mengalir lebih lancar.

Penanganan juga tidak berhenti pada satu titik. Dinas PUPR HST akan melanjutkan pembersihan di sejumlah lokasi lainnya sepanjang aliran sungai dari Desa Aluan Bakti hingga Desa Jaranih.

Syahidin menjelaskan, proses pembersihan membutuhkan waktu karena kondisi serta jumlah material yang menumpuk berbeda di setiap titik. Karena itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan lokasi yang dinilai paling mendesak.

“Kami berupaya semaksimal mungkin dengan peralatan dan tenaga yang tersedia. Yang terpenting, hambatan aliran sungai bisa dibersihkan sedikit demi sedikit sehingga air dapat mengalir lebih lancar,” tambahnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten HST dalam mengantisipasi dampak banjir sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Dengan kembali terbukanya aliran sungai, pemerintah daerah berharap risiko penyumbatan dan luapan air dapat ditekan sehingga dampak banjir berikutnya bisa diminimalkan.

Pemkab HST juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke aliran air.

Sungai yang bersih dan aliran air yang lancar diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko banjir serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
(s3/iniberita)