INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Pelaku UMKM Tahun 2026, digelar di Aula Hotel Darul Istiqamah, Selasa (7/7/2026).
Pelatihan ini menjadi salah satu strategi Pemkab HST, dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, agar mampu mengembangkan usaha, memperluas pangsa pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati HST, Samsul Rizal menegaskan, pelatihan kewirausahaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, pelatihan harus mampu mengubah pola pikir pelaku usaha agar lebih kreatif, inovatif, dan mandiri dalam menghadapi persaingan.
“Kemiskinan tidak akan berkurang hanya dengan bantuan pemerintah semata. Bantuan memang penting sebagai stimulus, tetapi perubahan yang sesungguhnya lahir dari masyarakat yang memiliki semangat berusaha, berani berinovasi, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Ia menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan tetap bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
Samsul Rizal juga mengajak para pelaku UMKM untuk mulai membangun identitas merek, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas jaringan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Keberhasilan usaha tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar. Jangan takut menghadapi kegagalan, karena setiap tantangan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten HST Raffinorrahman mengatakan, pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 pelaku UMKM yang bergerak di bidang perdagangan produk lokal.
“Peserta pelatihan hari ini merupakan UMKM yang telah kami seleksi. Fokus pelatihan adalah bagaimana produk mereka mampu menembus pasar yang lebih luas, mulai dari penguatan branding, kemasan produk, hingga strategi pemasaran,” ujarnya.
Raffinorrahman mengungkapkan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan masih sangat kecil dibandingkan sekitar 19 ribu UMKM nonpertanian yang tersebar di Kabupaten HST. Karena itu, pemerintah daerah terus menyiapkan pola pembinaan yang lebih luas dan berkesinambungan.
“Pelatihan ini memang baru menjangkau sebagian kecil UMKM. Harapannya, peserta yang mengikuti pelatihan hari ini dapat menjadi percontohan sekaligus berbagi pengalaman kepada pelaku UMKM lainnya melalui pembinaan yang rutin kami lakukan,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari manajemen usaha, penguatan branding, strategi pemasaran, hingga pemenuhan legalitas usaha seperti sertifikasi halal.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab HST juga menjalankan sejumlah program pendukung, di antaranya fasilitasi sertifikasi halal gratis serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga nol persen melalui kerja sama dengan Bank Kalsel.
“Program KUR bunga nol persen sudah berjalan sejak 2023. Namun pemanfaatannya masih belum maksimal karena belum banyak pelaku UMKM yang mengetahui program tersebut. Begitu pula dengan fasilitasi sertifikasi halal yang masih perlu kami sosialisasikan lebih luas,” pungkas Raffinorrahman.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dengan gaya headline media online (clickable) atau versi yang lebih formal untuk media cetak.(s3/iniberita).
