INIBERITA.id, JAKARTA – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP) Singapura, Rabu (15/7/2026).
KPPD merupakan program strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar mampu menghadapi dinamika geopolitik global, perkembangan kawasan Indo-Pasifik, serta berbagai tantangan dan peluang pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.
Melalui program ini, para peserta juga didorong melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat diimplementasikan sebagai prioritas pembangunan di wilayah masing-masing.
Selama mengikuti program, peserta memperoleh pembelajaran melalui ceramah dan diskusi bersama para pakar, studi lapangan ke sejumlah institusi di Singapura guna mempelajari praktik-praktik terbaik, hingga penyusunan rencana aksi sebagai implementasi hasil pembelajaran.
KPPD Angkatan III diikuti 25 kepala daerah yang terdiri atas bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Keseluruhan peserta dibagi ke dalam tiga angkatan.

Bupati HST Samsul Rizal menegaskan keikutsertaannya dalam program tersebut merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan demi menghadirkan kebijakan yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Daerah tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara biasa. Kepala daerah harus mampu membaca perubahan, menangkap peluang, dan menghadirkan kebijakan yang inovatif serta tepat sasaran. Melalui KPPD ini, saya ingin membawa pulang pengalaman, jejaring, dan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk mempercepat pembangunan di Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.
Menurut Samsul Rizal, seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi bekal dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berdaya saing.
“Hasil dari kursus ini tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Itulah komitmen kami untuk terus membawa Hulu Sungai Tengah semakin maju, unggul, dan sejahtera,” pungkasnya.(s3/iniberita).
