Dampak Refocusing, PTAM Bandarmasih Harus Memutar Otak Pergantian Pipa

oleh -932 Dilihat
Teks foto. Pihak PTAM Bandarmasih saat rapat dengan jajaran Komisi II DPRD Kota Banjarmasin.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Dampak terjadinya refocusing, pihak manajemen PT Air Minum Bandarmasih, harus memutar otak untuk memenuhi rencana perbaikan pergantian kondisi pipa yang sudah tua dan pemenuhan distribusi air bersih di pelosok Banjarmasin.

Karena, sejak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal, bagi PTAM Bandarmasin disampaikan pada awal Januari 2023 lalu, sampai sekarang ini, ternyata belum juga dilakukan pembahasan oleh DPRD Banjarmasin.

Hal ini disebabkan, kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, sekarang ini tengah dirundung masalah, karena terjadi defisit anggaran tahun 2023 kurang lebih Rp300 miliar.

Dengan demikian manajemen PTAM Bandarmasih, harus berhenti berharap untuk melaksanakan penyertaan moda, dalam rangka untuk peremajaan sarana perpipaan, seharusnya dilakukan pergantian.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih Muhammad Ahdiat ST mengakui, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah planning, agar rencana peremajaan pipa dan penyempurnaan distribusi air bersih, hingga ke pelosok kota tetap bisa dilakukan secara bertahap, tanpa mengandalkan penyertaan modal tersebut.

“Karena kita melihat kondisi keuangan daerah, sehingga PTAM rencanakan ada kerjasama dengan pihak perbankan, saat masih dikaji perhitungannya, kita juga punya rencana lain yakni investasi dengan skema Busines To Busines,” ungkap Muhammad Ahdiat ST, di Gedung DPRD Banjarmasin, Senin (1/4/2024).

Baca Juga :   Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

Lebih jauh dijelaskan Muhammad Ahdiat, skema investasi Busines To Busines itu, nantinya akan membuka investor yang mau bekerjasama, dengan PTAM Bandarmasih, dalam hal pembangunan, promosi dan lainnya.

“Skema ini terkait dengan pembiayaan, kami pastikan alternatif ini tidak menghilangkan sosial oriented PTAM Bandarmasih,”jelasnya.

Dalam mengambil langkah terbaik, Ahdiat menambahkan, pihaknya memastikan dalam menghitung dulu, dengan cermat peluang investasi mana yang paling menguntungkan bagi PTAM Bandarmasih, atas rencana pembangunan infrastruktur perpipaan yang bakal menghabiskan miliaran rupiah itu, sehingga bisa berjalan dengan maksimal.

“Hingga saat ini PTAM Bandarmasih, dengan pelanggan mencapai 180 ribu, 80 persenya didominasi oleh tarif sosial dan sisanya 20 persen tarif bisnis,”tambahnya.(benk/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.