Di Usia ke-53, PAM Bandarmasih Diuji: Air Terlihat Jernih, Endapan Kecoklatan Jadi Sorotan Warga

oleh -1830 Dilihat
Teks foto, Air Bersih PTAM Bandarmasih terlihat Jernih, namun saat digunakan sarigngan ada endapan Kecoklatan yang menempel di saringan tersebut.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Tepat 14 Februari 2026, Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih genap berusia 53 tahun. Usia yang tergolong matang bagi sebuah perusahaan daerah yang memegang mandat vital, mengelola dan mendistribusikan air bersih bagi warga Banjarmasin.

Lebih dari setengah abad berdiri, perusahaan ini kerap membanggakan capaian pelayanan dan komitmen menghadirkan air bersih dan sehat untuk masyarakat. Namun di balik perayaan hari jadi tersebut, muncul suara-suara kritis dari pelanggan yang menyoroti persoalan kualitas air yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan.

Syaiful, warga Komplek Kayu Bulan, Kelurahan Sungai Andai, mengungkapkan keluhannya, Senin (16/2/2026). Ia menilai air yang mengalir dari keran rumahnya memang tampak jernih secara kasat mata. Namun, setelah disaring, terlihat adanya kotoran berwarna kecoklatan yang mengendap.

“Kalau dilihat langsung memang bersih, tidak ada noda. Tapi setelah pakai saringan, baru kelihatan ada partikel kecoklatan. Ini bukan sekali dua kali, sudah bertahun-tahun seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, endapan tersebut tidak hanya terlihat di saringan, tetapi juga mengendap di dasar bak penampungan, drum, maupun tandon air milik warga. Warna kecoklatan itu menjadi tanda tanya besar tentang kualitas distribusi air yang selama ini diklaim telah memenuhi standar.

“Kalau memang airnya benar-benar bersih dan sehat, seharusnya tidak ada endapan seperti itu. Kami sebagai pelanggan tentu berharap kualitas air yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi,” tambahnya.

Meski demikian. Ditegaskannya,  hingga saat ini warga mengaku belum merasakan dampak kesehatan yang signifikan akibat penggunaan air tersebut. Namun kekhawatiran tetap ada, terutama untuk penggunaan jangka panjang.

Persoalan ini pun menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi manajemen Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih. Di usia yang ke-53 tahun, tantangan perusahaan bukan hanya sebatas menekan angka kebocoran jaringan, memperbaiki pipa tua, atau menindak pencurian meteran air. Lebih dari itu, kualitas air yang sampai ke rumah pelanggan harus menjadi perhatian utama.

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan publik, aspek kualitas tidak bisa ditawar. Dewan komisaris dan jajaran direksi dituntut memastikan proses pengolahan berjalan optimal, mulai dari sumber air baku, instalasi pengolahan, hingga jaringan distribusi ke pelanggan.

Warga berharap momentum hari jadi ke-53 bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi mendalam untuk berbenah. Sebab bagi masyarakat, air bersih bukan hanya soal kejernihan yang tampak di mata, tetapi juga jaminan kualitas yang aman, sehat, dan bebas dari endapan yang meresahkan.

“Di tengah klaim pelayanan prima, suara pelanggan menjadi pengingat bahwa kualitas adalah kepercayaan. Dan kepercayaan itu, harus terus dijaga setetes demi setetes,”tegasnya.(benk/iniberita).