Gubernur Kalsel H Muhidin Sabet Penghargaan Nasional, Jadi Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah 2026

oleh -1523 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, JAKARTA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong tata kelola persampahan yang terintegrasi berbuah pengakuan di tingkat nasional. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, meraih penghargaan sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Penghargaan atas nama Gubernur H. Muhidin diterima oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi empat bupati dari kabupaten di Kalsel yang turut meraih apresiasi dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional.

“Alhamdulillah, hari ini ulun mewakili Bapak Gubernur H. Muhidin menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup atas keberhasilan beliau sebagai Pembina Terbaik menuju Kabupaten/Kota Bersih se-Kalsel,” ujar Hasnuryadi usai menerima penghargaan.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam membina dan mendorong kabupaten/kota agar serius melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan di sumber, pemilahan, hingga pengolahan akhir.

Wagub Hasnuryadi menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan motivasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Banua untuk ikut ambil bagian.

“Kami meminta dukungan seluruh masyarakat Banua untuk bersama-sama dalam upaya pengelolaan sampah sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo menuju Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah),” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, tercatat empat kabupaten di Kalimantan Selatan yang menerima penghargaan, yakni Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Tabalong. Ke depan, Pemprov Kalsel berharap seluruh kabupaten/kota mampu meraih capaian serupa sebagai wujud komitmen bersama menciptakan daerah yang bersih dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia atas upaya pengelolaan sampah yang terus ditingkatkan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan persampahan nasional masih sangat besar.

Mengacu arahan Presiden, Indonesia saat ini menghadapi kondisi darurat sampah dengan potensi timbulan mencapai 141 ribu ton per hari. Target pengelolaan sampah yang ditetapkan Bappenas pada 2026 sebesar 63 persen, meningkat signifikan dari capaian saat ini yang berada di angka 25 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Hanif menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas pengolahan sampah di daerah, penguatan edukasi kepada masyarakat, serta pengawasan ketat terhadap praktik pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ia juga mengingatkan bahwa pada 2029 mendatang, praktik open dumping harus diakhiri. Hingga kini, masih terdapat 481 TPA di Indonesia yang menggunakan sistem tersebut, sehingga perlu percepatan transformasi menuju sistem yang lebih ramah lingkungan.

Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 yang dirangkai dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)”. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih sebagai keynote speaker, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji, serta Wakil Menteri Desa Riza Patria.

Rakornas ini bertujuan mendorong akselerasi penyelesaian persoalan sampah secara masif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.(adv/iniberita).