HST Berpeluang Besar Dapat Sekolah Nasional Terintegrasi, Kemdikdasmen Nilai Lokasi Sangat Strategis

oleh -1434 Dilihat
Teks foto. Tim yang diutus Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI), saat foto bersama.

INIBERITA.id, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berpeluang besar menjadi salah satu daerah penerima pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahap pertama tahun 2026.

Peluang itu menguat setelah tim verifikasi dan validasi lapangan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang diusulkan Pemkab HST, Selasa (5/5/2026).

Tim yang diutus Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) tersebut melakukan verifikasi terhadap dua skenario usulan Pemkab HST, yakni pembangunan sekolah baru di kawasan Desa Banua Jingah serta skenario konsolidasi sekolah eksisting.

Dalam forum diskusi lintas sektor yang digelar di Aula Yuda Lalana Dinas Pendidikan HST, Rabu (6/5/2026), Tim Verifikasi Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI, Minhajul Ngabidin, mengungkapkan bahwa secara umum lokasi yang diusulkan HST memenuhi banyak kriteria strategis.

“Lokasi yang diusulkan Pemkab HST sangat strategis, lahannya memadai, tidak ada kendala, tidak ada potensi risiko longsor dan sebagainya, akses juga tergolong mudah. Namun ada beberapa catatan, khususnya terkait luasan lahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia. Rinciannya, sebanyak 50 sekolah berupa pembangunan baru dan 50 lainnya melalui peningkatan atau upgrading sekolah yang sudah ada.

Untuk pembangunan baru, salah satu syarat utama adalah ketersediaan lahan minimal 20 hektare. Sementara lahan yang saat ini diusulkan Pemkab HST baru mencapai sekitar 7 hektare.

“Kami mendorong Pemkab HST untuk menambah luasan lahan hingga memenuhi syarat yang ditetapkan,” katanya.

Meski demikian, hasil verifikasi sementara menunjukkan nilai yang cukup tinggi bagi HST.

“Hasil verifikasi kami, skor HST sudah mencapai 70. Artinya tinggal mendorong beberapa catatan dari kami agar Kabupaten HST bisa lolos dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi di tahun pertama,” ungkap Minhajul.

Ia menambahkan, setelah tahapan verifikasi lapangan selesai, hasilnya akan dibahas di tingkat kementerian dan dikomunikasikan kembali dengan pemerintah daerah.

“Target penetapan sekitar akhir Juli 2026. Setelah itu dilanjutkan dengan tahapan perencanaan dan pembangunan pada tahun yang sama,” jelasnya.

Berdasarkan data paparan Direktorat Sekolah Dasar, hanya terdapat 125 usulan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia untuk program tersebut. Sementara kuota pembangunan tahap pertama tahun 2026 mencapai 100 sekolah. Kondisi itu membuat peluang HST dinilai cukup besar untuk masuk dalam daftar daerah penerima program.

Sementara itu, Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, memastikan Pemkab HST siap memenuhi kebutuhan lahan tambahan demi mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut.

“Tentu kami berkomitmen mempersiapkan lahannya. Kami juga berterima kasih kepada Kemdikdasmen yang sudah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten HST,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Provinsi Kalimantan Selatan hanya ada dua daerah yang masuk tahap verifikasi dan validasi calon sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi tahap I tahun 2026, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Barito Kuala.(s3/iniberita).