HST Terbanyak Terima Revitalisasi Sekolah di Kalsel, Kadisdik Tegaskan Dampaknya Nyata hingga Gerakkan Ekonomi Lokal

oleh -1454 Dilihat
Teks foto.Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak konkret di daerah.

INIBERITA.id, BARABAI – Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak konkret di daerah. Salah satu daerah yang merasakan manfaat signifikan adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, yang tercatat sebagai penerima revitalisasi sekolah terbanyak di provinsi tersebut. Selasa (10/2/2026).

Apresiasi terhadap program ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar, dalam forum Konsolidasi Nasional Pendidikan Tahun 2026 yang dihadiri kepala dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Anhar menegaskan, Pemerintah Kabupaten HST menempatkan sektor pendidikan sebagai strategi utama pembangunan daerah.

Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal, keberanian daerah untuk menyajikan data pendidikan secara jujur dan akurat menjadi kunci agar kebijakan pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara efektif.

“Program prioritas Kemendikdasmen, khususnya Revitalisasi Satuan Pendidikan, terbukti tepat sasaran karena berbasis data dan langsung menyentuh kebutuhan warga sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak program tersebut sangat nyata. Selain menurunkan jumlah sekolah dengan kondisi rusak dan meningkatkan mutu layanan pendidikan, revitalisasi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menggerakkan perekonomian lokal.

“Pada tahun 2025, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi kabupaten dengan jumlah penerima revitalisasi terbanyak se-Kalimantan Selatan,” ungkap Anhar.

Tercatat sebanyak 55 satuan pendidikan di HST telah rampung direvitalisasi dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Rinciannya meliputi 8 PAUD, 21 Sekolah Dasar (SD), dan 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Hasil dari program revitalisasi ini harus kita rawat bersama agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman, aman, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anhar menekankan bahwa sistem swakelola yang diterapkan dalam program revitalisasi turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan sekolah dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap satuan pendidikan.

“Ini bukan hanya soal bangunan sekolah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Sejalan dengan apresiasi dari daerah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen berkomitmen melanjutkan dan memperluas program-program strategis, termasuk Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga menjangkau 60 ribu penerima manfaat. Dengan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami optimistis kebijakan pendidikan akan semakin berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutup Menteri Mu’ti. (s3/iniberita).