INIBERITA.id, BANJARMASIN – Memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar Festival Olahraga dan Seni Bamara (Banjarmasin Maju Sejahtera) Tingkat SMP dan MTs se-Kota Banjarmasin Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Borneo Indoor Futsal, Selasa (1/9/2026), tersebut menjadi wadah bagi ratusan pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi di bidang olahraga dan seni.
Festival ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Sebanyak sekitar 800 siswa SMP dan MTs ambil bagian dalam berbagai cabang yang dipertandingkan dan dilombakan.
Untuk cabang olahraga, terdapat catur, senam, taekwondo, futsal, dan tenis meja. Sementara di bidang seni, para pelajar berkompetisi dalam cabang madihin dan musik panting yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.
Yamin mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan dan menyalurkan bakat yang mereka miliki.
“Harapannya kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses, serta melahirkan generasi-generasi anak yang hebat, sehat, memiliki sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter,” ujar Yamin.
Menurutnya, pengembangan potensi anak tidak cukup hanya melalui pendidikan akademik. Ruang untuk berkreasi, berkompetisi, dan mengembangkan bakat juga diperlukan agar kemampuan siswa dapat tumbuh secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menjelaskan Festival Olahraga dan Seni Bamara digelar sebagai bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan minat, bakat, dan prestasi siswa, khususnya jenjang SMP dan MTs.
“Tujuan kegiatan ini tentu selain untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 tahun, juga memberikan ruang bagi cabang olahraga dan seni yang belum terakomodasi dalam O2SN maupun FLS3N,” jelas Ryan.
Ia mengatakan, cukup banyak potensi siswa di bidang olahraga dan seni yang belum tersalurkan melalui ajang resmi yang diselenggarakan pemerintah pusat. Karena itu, Dinas Pendidikan Banjarmasin berupaya menghadirkan kompetisi alternatif agar bakat tersebut tetap mendapatkan ruang.
“Banyak minat dan bakat pada cabang-cabang lain yang belum masuk dalam ajang resmi dari kementerian. Jadi kita berikan ruang melalui kegiatan ini,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi, Dinas Pendidikan Banjarmasin juga berencana memperkuat pembinaan para pelajar ke depan. Salah satunya melalui kerja sama dengan sanggar-sanggar budaya untuk meningkatkan kualitas pelatih maupun ketersediaan sarana pendukung.
“Kedepannya kami juga akan bekerja sama dengan sanggar budaya untuk peningkatan pelatih dan peralatan terkait musik panting, madihin, serta olahraga dan kesenian lainnya,” tutur Ryan.
Ia menambahkan, Pemko Banjarmasin telah menyiapkan hadiah untuk para pemenang dalam kegiatan tersebut dengan total anggaran sekitar Rp80 juta.
Dengan digelarnya Festival Olahraga dan Seni Bamara ini, Pemko Banjarmasin berharap lahir lebih banyak bibit unggul dari kalangan pelajar yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah melalui olahraga, seni, dan budaya. (silvi/iniberita)
