Jelang Idul Adha, Pemkab HST Gelar Pasar Murah di Lima Titik untuk Tekan Lonjakan Harga

oleh -1384 Dilihat
Teks foto.Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Perdagangan (Disdag) HST, menggelar pasar murah di lima titik berbeda menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.

INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Perdagangan (Disdag) HST, menggelar pasar murah di lima titik berbeda menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

“Pasar murah ini kami gelar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan kebutuhan pangan sekaligus upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disdag HST Farida Apriana, di Barabai, Kamis (7/5/2026).

Farida menjelaskan, pasar murah perdana telah dilaksanakan di Desa Pajukungan, Kecamatan Barabai, pada Rabu (6/5/2026). Selanjutnya kegiatan serupa akan digelar di Desa Banua Asam, Kecamatan Pandawan, pada Senin (18/5), kemudian di Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Selasa (19/5/2026).

Berikutnya pasar murah akan berlangsung di Kantor Kecamatan Haruyan pada Rabu (20/5/2026), dan terakhir di Desa Banua Rantau, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kamis (21/5/2026).

“Alhamdulillah, pasar murah hari ini di Desa Pajukungan mendapat sambutan antusias dari warga yang berbelanja berbagai kebutuhan bahan pokok,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Disdag HST menggandeng sejumlah pihak, mulai dari dinas terkait, Bulog, distributor bahan pokok, agen LPG, hingga pelaku usaha lainnya agar harga jual kebutuhan pokok dapat ditekan lebih murah dibanding harga pasar.

Di sisi lain, Disdag HST juga mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas di pasar tradisional. Komoditas bawang mengalami kenaikan cukup signifikan, di antaranya bawang merah mencapai Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih, bawang bombai, dan bawang prai masing-masing dijual Rp40 ribu per kilogram.

Selain itu, harga ikan papuyu juga masih tergolong tinggi yakni Rp100 ribu per kilogram, disusul ikan haruan sebesar Rp65 ribu per kilogram.

Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Beras medium Bulog tercatat berada di harga Rp13.100 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, sedangkan gula pasir berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Penting Provinsi Kalimantan Selatan, Salim, menegaskan pasar murah tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi bahan pokok di masyarakat.

“Pasar murah ini adalah bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemerintah provinsi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan stok di lapangan guna mencegah terjadinya kelangkaan menjelang Idul Adha. (s3/iniberita)