Pedagang Festival Pasar Wadai “Abaikan Sampah”, DPRD Desak Pemko Banjarmasin Turunkan Satpol PP dan Bertindak Tegas

oleh -1640 Dilihat
Teks foto. Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Eddy Junaidi SE dari Fraksi Partai Demokrat.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Persoalan sampah kembali mencoreng pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan di kawasan Kilometer Nol Jalan Jenderal Soedirman. Tumpukan sampah yang berserakan di sekitar lapak pedagang memicu sorotan tajam dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Eddy Junaidi SE dari Fraksi Partai Demokrat, mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas terhadap pedagang yang tidak mengelola sampah di lingkungan tempat mereka berjualan.

Menurut Eddy, lemahnya kesadaran sebagian pedagang dalam menjaga kebersihan menjadi persoalan serius yang tidak bisa lagi dianggap sepele. Padahal, Pemerintah Kota Banjarmasin selama ini gencar menggaungkan komitmen perang terhadap sampah dan kebersihan Kota Banjarmasin.

“Festival Pasar Wadai ini adalah ikon Ramadan di Banjarmasin. Jangan sampai tercoreng hanya karena persoalan klasik, yaitu sampah yang tidak dikelola dengan baik. Ini menyangkut wajah kota,” tegasnya.

Ia menilai, kondisi sampah yang berserakan di sekitar area jualan menunjukkan masih rendahnya kepedulian sebagian pedagang terhadap kebersihan lingkungan. Padahal, pemerintah telah menyediakan fasilitas dan terus melakukan sosialisasi agar kebersihan tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.

Eddy menegaskan, tindakan persuasif memang tetap diperlukan, namun tidak cukup jika tidak dibarengi langkah tegas. Ia meminta DLH dan Satpol PP melakukan pengawasan intensif serta memberikan sanksi kepada pedagang yang membandel.

“Kalau hanya imbauan tanpa tindakan nyata, efek jeranya tidak akan ada. Harus ada langkah konkret, baik berupa teguran tertulis hingga sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak muncul anggapan bahwa persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pedagang yang memanfaatkan ruang publik untuk mencari nafkah.

“Jangan sampai ada pola pikir bahwa sampah itu urusan pemerintah saja. Pedagang juga wajib bertanggung jawab terhadap sampah dari aktivitas jualannya. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, mustahil persoalan sampah bisa dituntaskan,” katanya.

Festival Pasar Wadai Ramadan yang setiap tahun digelar di kawasan strategis Kilometer Nol Jalan Jenderal Soedirman selalu dipadati pengunjung. Tingginya aktivitas transaksi dan konsumsi makanan otomatis berdampak pada meningkatnya volume sampah, baik dari kemasan plastik, kertas, hingga sisa makanan.

Karena itu, Eddy mendorong agar pengelola kegiatan mewajibkan setiap pedagang menyediakan tempat sampah di lapaknya masing-masing serta memastikan sampah dibuang pada titik yang telah ditentukan. Selain itu, perlu adanya petugas pengawas lapangan yang rutin melakukan patroli kebersihan selama festival berlangsung.

Ia berharap, langkah tegas dari Pemko Banjarmasin bukan semata untuk menghukum, tetapi untuk membangun budaya disiplin dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kota.

“Festival ini harus menjadi contoh bahwa kegiatan besar tetap bisa berjalan tertib, bersih, dan nyaman. Banjarmasin jangan hanya dikenal sebagai kota seribu sungai, tetapi juga kota yang bersih dan berbudaya,”ungkapnya.(benk/iniberita).