Pemerintah Bangun Stadion Triliunan Tapi Mati Suri Setelah Event

oleh -1448 Dilihat
Ilustrasi Stadion

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerhati Kota Isai Panantulu SH MH melontarkan berpendapat sekaligus dukungan pemikiran, terkait rencana pembangunan stadion baru yang tengah menjadi perbincangan publik.

Ia sependapat dengan pandangan mantan Wali Kota Banjarbaru dua periode ini (2000–2010) dan mantan Wakil Gubernur Rudi Resnawan, sejak awal menekankan bahwa pembangunan stadion tidak boleh hanya berorientasi pada kemegahan, tetapi harus memberikan manfaat jangka panjang.

Bahwa konsep pembangunan stadion zaman sekarang, tidak bisa lagi mengandalkan pola lama, di mana fasilitas megah itu hanya hidup ketika ada pertandingan atau event besar saja, lalu kembali sepi dan tidak produktif.

“Sekarang kita harus berpikir realistis. Membangun stadion itu bukan cuma untuk event tertentu, bukan hanya untuk menampung pertandingan besar. Stadion harus hidup setiap hari, dipakai masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas. Itu baru namanya pembangunan yang bernilai,”tegas Isai Panantulu. Selasa (9/12/2025).

Ia menilai, terlalu banyak proyek stadion di berbagai daerah yang akhirnya menjadi monumen ‘mati suri’ setelah peresmian. Bangunan megah, tetapi aktivitas nyaris tidak ada, hal seperti tersebut jangan tiru kesalahan terulang dibangun dibanua.

Baca Juga :   Satgas PPA Banjarmasin Dievaluasi, Pemko Pasang Target Perlindungan Perempuan dan Anak Lebih Nyata di 2026

“Jangan ditiru kesalahan daerah lain, membangun stadion yang hanya ramai saat sepak bola, lalu setelah itu mati total. Tidak ada kegiatan lain, tidak ada manfaat ekonomi, tidak ada aktivitas masyarakat. Itu pemborosan,” tambahnya.

Isai menekankan pentingnya kajian matang, mulai dari penentuan lokasi, konsep arsitektur, hingga model pengelolaan yang memastikan stadion bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat, pusat olahraga, pusat UMKM, hingga pusat rekreasi.

“Maka harus betul-betul dikaji tempatnya, konsepnya, pengelolaannya. Bangunan dengan biaya triliunan harus menghasilkan manfaat besar. Jangan sampai hanya jadi kebanggaan sesaat, tapi beban jangka panjang,”katanya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak tergesa-gesa, tetapi juga tidak salah arah. Pembangunan stadion, menurutnya, harus dirancang sebagai aset hidup bukan sekadar ikon.

“Intinya sederhana: kalau mau membangun stadion, pastikan hidup setiap hari. Jangan hanya untuk event, tetapi untuk masyarakat. Baru itu layak disebut investasi,”ungkapnya.(benk/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.