Pemprov Kalsel Dukung Tanam Jagung Serentak, Targetkan Tanah Laut Jadi Sentra Produksi Jagung

oleh -1716 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya dalam mendukung program penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Bentok, Desa Banyu Hirang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (7/3/2026) siang.

Program penanaman jagung ini merupakan gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, dengan pusat kegiatan berada di Sumatera Selatan. Di Kalimantan Selatan, kegiatan dipusatkan di kawasan Bentok yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas jagung.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan bahwa pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut, khususnya yang dilaksanakan oleh jajaran Polda Kalimantan Selatan.

Menurutnya, penanaman jagung serentak ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi komoditas pangan strategis, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

“Hari ini penanaman jagung serentak yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel merupakan bagian dari program nasional yang dipusatkan di Sumatera Selatan. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, kegiatan dipusatkan di Bentok, Banyu Hirang, Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut berperan aktif dalam mendukung program tersebut melalui berbagai bantuan kepada petani, di antaranya berupa penyediaan bibit unggul dan pupuk guna menunjang keberhasilan program tanam jagung Kuartal I.

“Pemerintah provinsi mendukung kegiatan penanaman jagung ini dengan memberikan bantuan bibit dan pupuk agar produksi jagung dapat meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” jelasnya.

Selain dukungan sarana produksi, Pemprov Kalsel juga berencana membahas lebih lanjut mengenai stabilitas harga jagung di tingkat petani. Langkah ini dinilai penting agar hasil panen petani memiliki nilai jual yang layak dan tidak merugikan mereka.

“Untuk penguncian harga nanti akan kita bahas lebih lanjut. Yang jelas pemerintah berharap harga yang diterima petani tetap stabil dan tidak merugikan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan bahwa keterlibatan jajaran Polri dalam program penanaman jagung ini merupakan bagian dari kontribusi institusi kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan nasional maupun daerah.

Ia mengungkapkan, target penanaman jagung yang dilakukan oleh jajaran Polri di wilayah Kalimantan Selatan mencapai 1.431 hektare. Saat ini Polda Kalsel telah menyiapkan lahan sekitar 2.052 hektare, dengan sekitar 900 hektare di antaranya sudah ditanami jagung.

“Kami menargetkan penanaman jagung oleh Polri di Kalimantan Selatan mencapai 1.431 hektare.

Saat ini sekitar 900 hektare sudah ditanami, dan Kabupaten Tanah Laut kita canangkan sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Yudha juga menyampaikan bahwa harga jagung yang diterima petani saat panen tergolong cukup kompetitif. Untuk jagung basah, harga berkisar sekitar Rp4.000 per kilogram. Sementara jagung dengan kadar air 17–18 persen dihargai sekitar Rp5.500 per kilogram, dan jagung dengan kadar air 14 persen mencapai sekitar Rp6.400 per kilogram.

Di sisi lain, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menyatakan optimistis daerahnya mampu menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kalimantan Selatan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 luas tanam jagung di Tanah Laut mencapai sekitar 2.759 hektare dengan total produksi mencapai 123 ribu ton.

Namun, produksi sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat dampak pandemi Covid-19 yang memengaruhi aktivitas pertanian serta distribusi hasil panen.

Rahmat menilai salah satu tantangan utama yang dihadapi para petani adalah ketidakstabilan harga jual jagung di pasaran. Oleh karena itu, ia mengapresiasi inisiatif Polda Kalsel yang turut membantu menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang membantu menjaga harga jagung sehingga petani memiliki kepastian dalam menjual hasil panen mereka,” ujarnya.

Salah satu perwakilan kelompok tani di Tanah Laut, Kartono, juga mengaku merasakan manfaat dari kerja sama yang terjalin antara petani dengan Polri dalam program pengembangan jagung tersebut.
Menurutnya, sistem yang diterapkan membuat petani mendapatkan keuntungan secara langsung tanpa adanya potongan biaya tambahan.

“Keuntungan yang kami terima benar-benar bersih, tidak ada potongan apa pun. Jadi hasilnya lebih terasa bagi petani,” kata Kartono.

Ia menambahkan, pola kerja sama tersebut juga memberikan kenyamanan bagi petani karena mereka tidak lagi dipusingkan dengan persoalan penyimpanan maupun pemasaran hasil panen.

“Petani jadi lebih tenang karena tidak perlu lagi memikirkan tempat penyimpanan atau mencari pasar untuk menjual hasil panen,” tambahnya. (adv/iniberita)