Perumda PALD Berusaha Wujudkan Sanitasi dan Lingkungan Sehat

oleh -53 Dilihat
Foto. Direktur Utama PALD Banjarmasin Endang Waryono

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Perusahaan Umum Daerah Pengelola Air Limbah Domestik (Perumda PAL) Banjarmasin, terus berusaha untuk wujudkan sanitasi dan lingkungan sehat, di wilayah Ibukota Provinsi Kalsel.

Untuk terwujudnya sanitasi dan lingkungan sehat, tentunya perlu dukungan semua eleman masyarakat, karena untuk menjaga kebersihan lingkungan itu, buka saja tugas pemerintah tetapi masyarakt juga terlibat di dalam.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PALD Banjarmasin Endang Waryono, saat diminta komentarnya mengenai permasalahan lingkungan yang sehat. Senin (16/5/22).

Masih kurangnya kesadaran warga soal sanitasi itu. Ditegaskan Endang, tentunya perlu strategis untuk mencapai upaya-upaya itu, saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, mengenai pengelolaan air limbah yang tidak berdampak buruk, terhadap lingkungan mereka.

Tentunya pengelolaan sanitasi yang benar dan pemerintah kota sekarang, sudah menyediakan melalui Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (Perumda PALD) Kota Banjarmasin.

“Dengan Berlangganan ke PALD, salah satu langkah penyelamatan dan mitra untuk menjaga lingkungan yang sehat diwilayah permukimannya,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sekarang Pemko Banjarmasin sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 605.3/218/IV/UM/2022, tentang Limbah Domestik yang isinya.

Mewajibkan badan usaha, perkantoran, perhotelan, pemukiman, rumah makan, apartemen, rumah makan, wajib menyalurkan limbah domestiknya ke PALD Banjarmasin.

“Saya optimis dikeluarkan SE Walikota itu, mampu menambah jumlah pelanggan secara signifikan dan pihaknya memastikan tingkat pelayanan yang optimal, dalam rangka menjaga sanitasi Banjarmasin,”katanya.

Perlu diketahui ujar Endang, kini jumlah pelanggan perusahaan air limbah ini, seperti stagnan hanya sekitar 6.000 sambungan atau sekitar 5,09 persen, dari 180 ribu pelanggan PDAM Bandarmasih.

Jumlah itu pun sudah lebih dominan, pada pelanggan bisnis, seperti hotel dan restoran atau rumah makan dibanding pelanggan rumah tangga dan pihaknya harus optimis dan berinovasi, agar jumlah sambungan baru atau pelanggannya bertambah.

“Kita targetnya sekitar 500 sambungan baru per tahun, jadi paling tidak tiap bulannya 50 yang masuk jadi pelanggan baru. Sedangkan target kategori industri dan bisnis sekitar 200 sambungan perbulan,”ujarnya.(benk/iniberita).