PLN Klaim Pemadaman Mulai Berkurang, Warga Masih Dibayangi Krisis Listrik

oleh -979 Dilihat
Teks foto, Asisten Manager Bagian Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Banjarmasin Dedy Noveyusa, saat memberikan penjelasan saat publik hearing.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin mengklaim kondisi kelistrikan di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya mulai berangsur pulih. Namun, pemadaman bergilir masih menjadi persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat.

Asisten Manager Bagian Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Banjarmasin, Dedy Noveyusa, mengatakan durasi pemadaman sejak 29 Juli 2026 mulai mengalami penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Alhamdulillah sistem berlangsung pulih. Dari 29 Juli 2026, durasi berkurang menjadi tiga sampai empat jam dari sebelumnya lima sampai enam jam,” jelas Dedy dalam kegiatan public hearing terkait pemadaman listrik di Kota Banjarmasin.

Menurutnya, penurunan durasi pemadaman tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan sistem kelistrikan yang saat ini terus dilakukan PLN.

Dedy juga mengungkapkan, sejumlah pembangkit yang sebelumnya mengalami kerusakan mulai menunjukkan progres perbaikan. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan.

“Progres pembangkit yang mengalami kerusakan mulai berangsur pulih,” ungkapnya.

Meski PLN mengklaim durasi pemadaman mulai berkurang, persoalan tersebut tetap menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, pemadaman yang berlangsung berjam-jam sebelumnya telah berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, pelaku usaha hingga pelayanan publik.

Dalam public hearing tersebut, PLN menyatakan menerima berbagai keluhan dan masukan masyarakat terkait dampak pemadaman listrik. Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam upaya pemulihan sistem kelistrikan.

Tak hanya soal durasi pemadaman, masyarakat juga mempertanyakan hak pelanggan atas kompensasi akibat gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang dan dalam durasi cukup panjang.

Menanggapi tuntutan tersebut, Dedy mengatakan PLN akan berkoordinasi dengan PLN Pusat serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait mekanisme kompensasi bagi pelanggan terdampak.

“Kompensasi yang diberikan kepada pelanggan terdampak akan dikoordinasikan dengan PLN Pusat dan Kementerian ESDM, yang memberikan regulasi terkait kompensasi yang diberikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan demikian, meski PLN menyebut kondisi sistem mulai membaik, masyarakat masih menunggu bukti nyata bahwa pemadaman bergilir benar-benar berakhir dan pasokan listrik kembali normal serta stabil. (benk/iniberita)